‘Youth Space’ Salah Satu Janji Politik yang Tertunda dan Berubah

Foto: Dok beritainspira.com

BANDUNG INSPIRA,- Menjadi lokasi ke 5 ruang publik dengan konsep ‘Youth Space’ diresmikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sebagai janji politik, yang digulirkan pada masa jabatan kepemimpinan Alm. Oded dan Yana Mulyana.

Namun, janji politik tersebut mengalami perubahan dari yang semula direncanakan. Berawal dari Pemkot Bandung pada saat menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung 2018-2023.

Akhirnya, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) rencananya akan menghadirkan tempat khusus berkegiatan bagi para pemuda ‘youth space’ di 151 kelurahan Kota Bandung. Rencana tersebut pun akan mulai direalisasikan tahun 2019.

Kini pelayanan ruang publik youth space tersebut, hanya ditargetkan 30 lokasi hingga tahun 2023 dengan konsep disetiap kecamatan. Itupun baru terealisasikan atau diresmikan 4 youth space pada 2021. Dan untuk yang ke 5, baru saja diresmikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana  yakni youth space di Gasmin (Gasibu Mini) Antapani.

“Youth Space ini adalah salah satu janji dari almarhum Mang Oded dan saya. Meskipun di tengah pandemi covid-19, saya harap para pemuda di Bandung bisa tetap kreatif. Terus berinovasi melahirkan gagasan-gagasan dengan hadirnya ruang diskusi berupa Youth Space ini,” ujar Yana, Rabu (12/1/2022).

Yana menambahkan, para pemuda Kota Bandung tidak akan bergerak sendiri untuk melahirkan gagasan-gagasan terbaik bagi kemajuan Kota Bandung. Perlu kolaborasi apik dari semua pihak untuk memajukan Bandung melalui program-program yang diaktivasi lewat Youth Space ini.

“Bagaimanapun juga, pemuda-pemuda Bandung adalah harapan masa depan Kota Bandung. Pemkot Bandung selalu siap untuk berkolaborasi bersama seluruh masyarakat Kota Bandung. Saya juga mohon kerja sama dari pihak KNPI, Kecamatan Antapani, dan Dispora Kota Bandung,” tuturnya.

Pembangunan Youth Space di Antapani telah dilaksanakan sejak 11 Oktober-27 November 2021. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, Edy Marwoto menuturkan, sampai saat ini Kota Bandung telah memiliki 11 Youth Space yang tersebar di tujuh kecamatan.

“Lima di antaranya sudah diresmikan. Kecamatan yang sudah memiliki Youth Space antara lain, Kecamatan Antapani, Kiaracondong, Gedebage, Ujungberung, Mandalajati, Coblong, dan Kecamatan Andir,” papar Edy.

Ia menambahkan, rencananya di tahun 2022 ini akan mengaktivasi 10 Youth Space lainnya. “Kita akan aktivasi Youth Space di 10 kecamatan dulu untuk tahun ini. Sudah ada beberapa yang akan kami resmikan dalam waktu dekat. Harapannya, Youth Space ini bisa tersebar sampai ke seluruh kecamatan di Kota Bandung, yakni 30 kecamatan,” tutur Edy.

Edy berharap, dengan dihadirkannya Youth Space di 30 kecamatan Kota Bandung bisa mengembangkan potensi, kapasitas, aktualisasi diri dan cita-cita para pemuda Kota Bandung.

“Pembangunan Youth Space ini sesuai dengan UU No. 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan. Semoga dengan adanya Youth Space ini bisa mewujudkan fungsi serta peran pemuda Kota Bandung sebagai agen perubahan,” tambah Edy.

Berjalannya aktivitas Youth Space ini, disampaikan Edy, akan terus dievaluasi bersama dengan pihak terkait, seperti KNPI Kota Bandung dan SKPD Kecamatan.

Sementara saat itu, Alm. Oded M Danial mengatakan, Musrenbang yang digelar 2018 lalu diharapkan mampu menampung aspirasi dan mengakomodir gagasan dari masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Bandung dalam lima tahun ke depan.

Salah satu contohnya dari sisi ekonomi ialah fokus pemerintah dalam menyediakan tempat berkumpulnya anak muda atau youth space. Berbeda dengan Bandung Creative Hub (BCH), ruang tersebut nantinya akan terdapat di setiap kelurahan.

“Itu akan kita lakukan. Kita sudah programkan, ini harus dikawal,” kata alm.Oded pada saat itu.

Intruksi tersebut pun dikuatkan oleh pernyataan Sekda (Sekretaris Daerah) Kota Bandung, Ema Sumarna yang saat itu masih berstatus plh Sekda Kota Bandung. Ia mengatakan para lurah dan camat diinstruksikan untuk inventarisasi terhadap bangunan atau lahan milik pemerintah yang bisa digunakan sebagai area berkumpulnya muda-mudi.

Nantinya, menurut Ema, area tersebut akan menjadi ruang berkumpul bagi anak muda agar mudah berinteraksi hingga menciptakan sesuatu hal positif dan produktif.

“Iya, rencananya per kelurahan. Sekarang sedang inventarisasi jadi tidak semua harus baru tapi bisa diperbaharui. Misal kita tata ulang jika ada aula kelurahan yang representatif untuk dijadikan youth space itu,” ucap Ema. (TRI)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me
Lost your password?

Lost Password