Wow, Hampir 100 Ribu PNS Fiktif Dapat Gaji dan Dana Pensiun

Ilustrasi PNS
Foto : Ilustrasi

JAKARTA INSPIRA,- Kabar menghebohkan keluar dari  Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, yang mengungkapkan pada tahun 2014 silam, ternyata pihaknya menemukan hampir 97 ribu data Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan atau Aparatur Sipil Negara (ASN) fiktif. Ribuan PNS tak jelas asal-usul wujudnya itu disebut menerima gaji dan dana pensiun.

“Ternyata hampir 100 ribu, tepatnya 97 ribu data misterius. Dibayar gajinya, dibayar iuran pensiunnya, tapi tak ada orangnya,” kata Bima dalam tayangan YouTube Pengumuman BKN Kick Off Meeting Pemutakhiran Data Mandiri, seperti yang dilihat pada hari Selasa (25/5/2021).

Baca juga: Miris! Motif Pria Bakar Al-Quran Akibat Putus Cinta

Menurut Bima, data tersebut didapat setelah pihaknya melakukan pemutakhiran data pada tahun 2014. Artinya, data misterius itu telah ada sejak pemutakhiran data pertama yang dilakukan pada tahun 2002.

Bima emngakui hingga kini pemutakhiran data PNS atau ASN memang baru dilakukan dua kali, yakni tahun 2002 yang dilakukan secara manual dan 2014 yang dilakukan secara elektronik.

“Sejak merdeka kita baru dua kali mutakhirkan data PNS-ASN, tahun 2002 itu dilakukan melalui pendataan ulang PNS dengan sistem manual. Diperlukan waktu lama, biaya besar untuk lakukan itu. Pada 2014 kita lakukan lagi pendataan ulang PNS tapi saat itu kita lakukan secara elektronik, dan dilakukan masing-masing PNS sendiri bukan oleh biro kepegawaian dan sebagainya,” bebernya.

Setelah dilakukan pemutakhiran data PNS di tahun 2014 itu, Bima mengklaim data yang ada pun jadi lebih akurat.

Baca juga: Kenali Skincare DNA Ikan Salmon, Bikin Krisdayanti Awet Muda

“Walau masih banyak yang belum daftar waktu itu. Baru kemudian mereka ajukan diri untuk daftar ulang sebagai PNS,” kata dia.

Untuk saat ini, pihaknya mencoba berinovasi dengan sistem baru dalam hal pemutakhiran data yang dilakukan oleh masing-masing PNS kapan saja tanpa menunggu instruksi khusus lewat aplikasi MYSAPK.

“Kami hanya kelola dan jaga kerahasiaan data tapi pemutakhiran data itu jadi milik dan kewajiban ASN itu,” kata dia. (MSN)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password