Warna Asli Bulan di Luar Angkasa yang Harus Diketahui

SAINS INSPIRA,- Bulan merupakan benda angkasa berbentuk bulat yang mengelilingi Bumi pada garis edarnya. Sering kita melihat Bulan memiliki banyak warna, kadang berwarna putih, abu-abu, biru, maupun kuning.

Fenomena Bulan pun beberapa kali terjadi, seperti gerhana Bulan hingga fenomena blue moon.

Jika kita melihat salah satu fenomena Bulan tersebut, ia seringkali memancarkan warna biru atau bahkan merah. Lalu apa warna aslinya?

Ternyata, warna asli dari Bulan adalah abu-abu. Hal itu disebabkan adanya perpaduan unsur magnesium, aluminuim, silikon, kalsium dan bahkan bercampur dengan oksigen.

Bulan pada dasarnya tidak bisa memancarkan cahaya sendiri layaknya Matahari. Sinar yang memancar dari Bulan sendiri merupakan pantulan cahaya dari Matahari. Ketika kita melihat Bulan dari Bumi, sebenarnya atmosfer menghalangi pandangan kita dan meleburkan warna Bulan yang asli.

Beruntung, NASA dengan program Apollo-nya (dan banyak misi setelahnya, baik dari NASA dan badan antariksa lain) telah menyediakan pemandangan Bulan yang luar biasa. Kita sekarang tahu bahwa permukaan bulan terbuat dari batuan vulkanik. Bebatuan inilah yang memberikan warna aslinya pada bulan.

Bagaimana Bulan Bisa Terlihat Berubah Warna?

Melansir ZME Science, Bulan akan tampak berubah warna berdasarkan tinggi rendahnya posisi dengan atmosfer Bumi. Jika rendah berwarna merah, sedangkan jika tinggi berwarna biru.

Fenomena moon blood atau gerhana Bulan merah sendiri pernah terjadi di Bumi. Perubahan warna itu pun diakibatkan pantulan cahaya oleh atmosfer.

Selain itu, sidikit banyaknya awan maupun debu yang menyelimuti atmosfer Bumi juga bisa mempengaruhi warnah Bulan yang kita lihat. (MAGANG-02/SON)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password