Turunnya Kasus Aktif di Kota Bandung, Tempat Hiburan dan Objek Wisata Diperbolehkan Buka

BANDUNG INSPIRA,- Tempat hiburan dan sejumlah objek wisata di Kota Bandung diperbolehkan beroperasi di masa penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. Langkah tersebut diambil mengingat kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Bandung mengalami penurunan signifikan.

Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Rabu (18/7). Disampaikannya, level kewaspadaan penyebaran Covid-19 di Kota Bandung saat ini berada di zona oranye dengan skor 2.15. Kondisi tersebut menjadi alasan sejumlah kegiatan usaha diberikan pelonggaran.

“Saya tegaskan pak Wali Kota setelah mendengarkan berbagai masukan untuk tempat hiburan diputuskan diberikan relaksasi 25 persen maksimum dengan prokes yang ketat dan pengawasan,” paparnya.

Lebih jauh ia juga mengatakan, kegiatan objek wisata seperti Kebun Binatang Bandung diperbolehkan beroperasi. Namun, anak usia dibawah 12 tahun belum diperbolehkan masuk. Sementara untuk warga berusia 70 tahun ke atas sudah diperbolehkan.

Sementara, lanjutnya, untuk kapasitas pengunjung di Kebun Binatang Bandung tidak akan mengacu kepada persentase, namun berdasarkan jumlah pengunjung. “Sebab jika mengacu kepada persentase berpotensi tetap banyak orang,” tuturnya.

Selanjutnya, pihaknya akan mengatur lebih rinci teknis pelaksanaan kegiatan di Kebun Binatang Bandung dan di tempat hiburan. Selain itu, kegiatan pertemuan di hotel diperbolehkan untuk dilaksanakan dengan kapasitas yang diperketat.

“Kalau kapasitas (hotel) 1.000 maka hanya 100 orang dan kalau 200 orang hanya 50 orang. Tiap masyarakat yang hendak ke tempat hiburan maupun objek wisata harus menunjukkan sertifikat vaksin,” ucapnya.

Sedangkan, sarana olahraga publik yang dapat memancing timbul kerumunan masih belum diperbolehkan buka. Namun, kegiatan olahraga yang berpotensi tidak menimbulkan kerumunan diperbolehkan untuk beroperasi demi meningkatkan imunitas.

“Taman dan kegiatan pendidikan yang berpotensi menimbulkan kerumunan belum diperbolehkan beroperasi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bandung, Oded M Danial menegaskan bagi hotel dan tempat wisata yang memiliki ruang kapasitas besar, maka menggunakan acuan jumlah orang. “Sedangkan ruangan yang kecil bisa menggunakan persentase,” katanya.

Hal senanda juga diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, menurutnya, bagi pelaku usaha yang diperbolehkan beroperasi maka diharuskan untuk menggelar simulasi terlebih dahulu. Kegiatan simulasi dilakukan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dengan disiplin.

“Simulasi dulu untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dengan disiplin,” tandasnya.(TRI/GIN)

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password