Tips Bagi Waktu Ketika WFH dengan Anak

LIFESTYLE INSPIRA,- Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, sebagian perkantoran kembali memberlakukan bekerja dari rumah, atau work from home (WFH). Di saat yang bersamaan, anak-anak sekolah juga memasuki musim liburan. Bagaimana cara mengatur waktu agar anak tak merasa diabaikan?

Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, mengatakan orangtua perlu menciptakan suasana yang dapat membuat anak senang dan tak merasa diabaikan.

“Luangkan waktu, tidak harus setiap waktu, ada waktu-waktu yang sengaja diluangkan untuk beraktivitas bersama anaknya,” ujar Anna, Sabtu (3/7).

Bagi orangtua yang bekerja dari rumah, Anna menyarankan untuk mengambil waktu cuti satu hari. Waktu ini harus digunakan secara optimal dan tidak terganggu dengan kegiatan lain.

“Setengah hari juga enggak apa-apa kita optimalkan bersama anggota keluarga, kalau bapak dan ibu bekerja, kita luangkan waktu tertentu misalnya hari Jumat pagi sampai siang beraktivitas bersama,” kata Anna.


Baca juga: “Storytelling” Metode Efektif untuk Mengajari Anak Berbahasa


“Jadi tetap ada waktunya untuk orangtua menyediakan waktunya untuk anak-anak di rumah. Anak-anak juga jadi enggak merasa diabaikan saat di rumah,” lanjut Anna.

Dalam beberapa kasus, kata Anna, terdapat remaja yang mengalami depresi ringan selama pandemi. Beberapa faktor pun menjadi pemicu, salah satunya lantaran orangtua tidak memiliki waktu bersama anak.

“Karena buat anak-anak dan remaja, ini masa yang sangat membosankan. Itu amat sangat bisa dipahami, dan bukan hanya karena mereka enggak bisa keluar rumah tapi juga ada macam-macam perdebatan di keluarga itu yang membuat mereka stres, orangtua juga enggak punya waktu untuk beraktivitas bersama mereka,” kata dia.

Orangtua bisa membangun aktivitas sederhana bersama anak, dan sebisa mungkin hal tersebut belum pernah dilakukan. Misalnya, menata ulang letak perabot rumah atau memasak bersama.

Berbincang hal-hal ringan yang dapat membuat tertawa dan mengetahui apa yang digemari anak juga bisa menciptakan perasaan nyaman. Yang paling penting, orangtua dapat memahami mana yang menjadi prioritas.

“Walau harus bekerja enggak apa-apa tapi harus ada waktu-waktu tertentu. Kalau enggak mungkin seharian ya enggak usah dipaksain, bosen juga kali kan mau ngapain,” kata Anna. (GIN)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password