[Tausiyah] Gancet adalah Adzab Allah SWT di Dunia

Gancet adalah Adzab Allah SWT di Dunia

Oleh: Ustadz Fadlani Salam, S.Pd.I, M.Pd

Kaidah hukum yang berlaku di Indonesia sekarang ini terdapat tiga sistem hukum, yaitu sistem hukum adat, sistem hukum Islam, dan sistem hukum peninggalan Barat. Dari ketiga sistem hukum tersebut, jelas bahwa sistem hukum adat dan sistem hukum Islam ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan agama, dan hukum Islam adalah hukum yang bersifat universal, karena hukum Islam merupakan bagian dari agama Islam yang sifatnya universal, sebab dalam Islam, semua manusia yang ada di dunia ini telah diaturnya, tidak dibatasi oleh lautan maupun batasan sesuatu negara.

Di dalam sistem hukum Islam, diantara perbuatan yang sangat dilarang keras oleh Allah swt adalah perbuatan zina. Maka dari itu, yang melakukan perbuatan zina adalah mereka yang jatuh kepada salah satu dosa besar, setelah syirik dan membunuh. Hal ini diterangkan dalam QS. al-Furqon ayat 68:

وَٱلَّذِينَ لَا يَدۡعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقۡتُلُونَ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَلَا يَزۡنُونَۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ يَلۡقَ أَثَامٗا ٦٨

Artinya: “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)”.

Kemudian, dalam Islam sendiri, zina memiliki ragam jenisnya. Penting sekali untuk kita ketahui agar bisa terhindar dari dosa dan api neraka. Diantara jenis-jienis zina yang dimaksud adalah; Zina laman, Zina Muhshon, dan Zina Ghair Muhshon. Jenis zina yang pertama ialah Zina Laman. Jenis zina ini bisa terjadi hanya dengan melalui panca indra, sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam salah satu hadits:

عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ ابْنِ آدَمَ لَهُ حَظُّهُ مِنْ الزِّنَا فَزِنَا الْعَيْنَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَا الْيَدَيْنِ الْبَطْشُ وَزِنَا الرِّجْلَيْنِ الْمَشْيُ وَزِنَا الْفَمِ الْقُبَلُ وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ الْفَرْج

Artinya: Dari Abu Hurairoh, dia berkata; Rasululloh saw bersabda, “Setiap anak Adam telah ditetapkan bagiannya dari zina, kedua mata zinanya adalah melihat, kedua tangan zinanya adalah merampas, kedua kaki adalah berjalan, mulut zinanya adalah mencium, hati zinanya adalah berangan-angan, dan kemaluanlah yang akan membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Ahmad No.10499).

Jenis zina yang kedua ialah Zina Muhshon. Zina ini terjadi saat seorang pasangan yang sudah menikah melakukan perselingkuhan, sampai melakukan hubungan seksual dengan orang yang bukan pasangannya. Selain berdosa, jenis zina yang ini juga berpotensi menimbulkan bahaya berupa timbulnya penyakit kelamin. Adapun jenis Zina Ghairu Muhshon merupakan jenis zina yang dilakukan oleh orang yang belum sah menjadi pasangan suami istri. Jenis zina ini sering kali dilakukan oleh sepasang kekasih yang tergoda rayuan setan sehingga melampiaskan nafsu mereka dan berujung pada perbuatan zina.

Baru-baru ini, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan oleh peristiwa gancet, peristiwa ini sebetulnya bukanlah yang pertama kalinya. Yang terbaru, didapati sebuah video yang memperlihatkan pasangan gancet diunggah oleh akun TikTok indriani_be. Dalam video tersebut, terlihat sepasang laki-laki dan perempuan sedang berada di atas kasur. Posisi si laki-laki berada di atas si perempuan. Tubuh mereka ditutupi dengan selimut berwarna oranye. Sementara di samping mereka terlihat beberapa orang pria dan wanita tengah berdoa. Namun, berdasarkan penelusuran tim media online cek fakta, bahwasannya video tersebut dapat dikatakan sebagai hoaks, pembuat video membuat konten tersebut hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan katanya.

Disamping itu, dalam penerimaan informasinya, peristiwa gancet ini tidak jarang dikaitkan dengan kejadian mistis oleh sebagian masyarakat kita. Hal ini dikarenakan mitos yang beredar, karena dialami oleh pasangan yang belum resmi sah menjadi suami istri (ghairu muhshon). Ini dapat berakibat mengkhawatirkan jika ditarik ke wilayah mitos, padahal gancet dalam istilah medis terdapat sebutan populernya, yaitu penis captivus, dimana kondisi saat organ intim pasangan yang sedang berhubungan intim saling tersangkut.

Diluar dari konteks konten video yang beredar, penulis melihat fenomena ini dari sisi lain, Selain terdapat informasi dari sisi medis yang bisa dijelaskan, bahwa terdapat istilah khusus terkait dengan peristiwa ini, yang dinamakan dengan penis captivus tadi. Dari sisi keagamaan pun boleh jadi bahwa peristiwa ini adalah bagian dari adzab yang Allah ditampakkan di dunia.

Medis menjelaskan, menurut Halodoc, bahwa gancet juga terjadi dimana kondisi tertentu pada wanita, yang dinamakan dengan vaginismus (salah satu gangguan seksual), ini bisa menjadi pemicunya. Vaginismus adalah gangguan kejang atau spasm tak disengaja pada otot dasar panggul wanita atau otot disekitar organ intim wanita yang mengencang dengan sendirinya, sehingga pada saat berhubungan intim menjadi tersangkut dan sulit penetrasi. Penyebab vaginismus ini bisa bermacam-macam. Mereka mungkin dipengaruhi faktor fisik, emosional, psikologis, atau kombinasi dari ketiganya.

Maka dari itu, penis captivus atau vaginismus ini jika dikaitkan dengan  sebuah gangguan kesehatan maka ini bisa dikatakan sebagai sebuah penyakit. Lalu, jika penjelasan medis ini bisa sampai terjadi kepada mereka yang melakukan hubungan intim, terlebih lagi yang melakukannya adalah pasangan yang belum resmi sah secara agama, maka, selain rentan terjangkit penyakit tersebut, ia pun berdosa, dari dosanya itu kemudian langsung Allah tampakkan adzabnya di dunia. Mengingat ada keterangan dalam salah satu hadits bahwa:

عَن أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ  صلى الله عليه وسلم قال: كلُّ ذنوبٍ يؤخِرُ اللهُ منها ما شاءَ إلى يومِ القيامةِ إلَّا البَغيَ، وعقوقَ الوالدَينِ، أو قطيعةَ الرَّحمِ، يُعجِلُ لصاحبِها في الدُّنيا قبلَ المَوتِ

Artinya: Dari Abu Bakrah ra, Rasulullah saw bersabda,”Setiap  dosa akan di akhirkan (ditunda) balasannya oleh Allah swt hingga hari kiamat, kecuali al-baghy (zalim), durhaka kepada orang tua dan memutuskan silaturahim, Allah akan menyegerakan di dunia sebelum kematian menjemput.” (HR. Al Hakim, Al Mustadrak No 7345).

Jadi, gancet adalah sebuah penyakit, dan gancet adalah balasan atau adzab yang Allah SWT segerakan di dunia, belum lagi para pelakunya yang statusnya belum sah secara pernikahan, harus menerima hukum yang telah ditetapkan oleh negara sebagai hukuman perbuatan pidana karena berzina. Wallohu ‘alam.

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password