Tata Cara Itikaf, Memburu Malam Lailatul Qadar

RISALAH INSPIRA,- Di malam-malam terakhir bulan Ramadan tepatnya 10 malam terakhir bulan Ramadan, umat muslim berburu malam lailatul qadar dengan menunaikan berbagai amalannya. Salah satunya adalah itikaf.

Itikaf merupakan aktivitas ibadah dengan berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri dan mengharap ridha Allah SWT. Itikaf ini dianjurkan sebagaimana dilakukan Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Abu Hurairah radiallahuanhu,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beritikaf pada bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun pada tahun wafatnya, Beliau beritikaf selama dua puluh hari.” (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172).

Berikut ini ketentuan dan tata cara melaksanakan itikaf, dilansir dari rumaysho.com.

1. Itikaf harus dilakukan di masjid

Untuk melaksanakan itikaf haruslah berdiam diri di masjid. Hal ini dilandaskan sebagaimana firman Allah SWT,

(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka sedang kamu beri’tikaf dalam masjid.” (QS. Al Baqarah ayat 187)

Tak hanya untuk laki-laki, itikaf di masjid juga diperbolehkan untuk perempuan. Sebagaimana yang dilakukan istri-istri Rasulullah SAW. Oleh karena itu, para ulama pun sepakat bawa itikaf harus dilaksanakan dalam masjid.

2. Waktu berdiam di masjid

Para ulama sepakat bahwa tidak ada batas waktu maksimal melaksanakan itikaf.

Bagi ulama mensyaratkan itikaf disertai melaksanakan puasa. Maka waktu minimal melaksanakan itikaf adalah sehari. Umar pernah berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Ya Rasulullah, aku dulu pernah bernazar di masa jahiliyah untuk beri’tikaf semalam di Masjidil Haram?” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Tunaikan nadzarmu.” Kemudian Umar beri’tikaf semalam. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada pula pendapat ulama bahwa itikaf tidak ada pula waktu minimal.

Al Mardawi rahimahullah mengatakan, “Waktu minimal dikatakan itikaf pada itikaf yang sunnah atau itikaf yang mutlak adalah selama disebut berdiam di masjid (walaupun hanya sesaat).” (Al Inshof, 6/17)

3. Rukun itikaf

Kita mesti mendekatkan diri kepada Allah. Selain itu, berdiam di masjid, bersuci, dan sudah akil baligh. Hal-halyang membatalkan itikaf antara lain adalah keluar dari masjid tanpa keperluan yang jelas, bercampur dengan istri, murtad, hilang akal karena gila atau mabuk, datang haid ataupun semua yang mendatanngkan hadats besar.

4. Amalan ketika itikaf

Pertama, ketika kita itikaf perbanyaklah sholat untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Sholat yang dilakukan adalah seperti sholat wajib, sholat sunnah tarawih, tahajud, witir, dan sebagainya.

Selan sholat kita juga dapat memperbanyak bacaan Alquran. Selain lafadznya, bacalah juga arrtinya agar Anda lebih memahami maksud dari ayat tersebut.

Ketiga, Anda dapat berzikir. Zikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan saat itikaf, yakni bertasbih takmid, tahlil, istigfar, dan sebagainya. Ketika itikaf juga kita lebih banyak dianjurkan untuk berdiam diri dan memohon ampunan pada Allah SWT. (GIN)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password