Soal Vaksinasi Booster Kota Bandung, Pesan Kadinkes: Mohon Jangan Milih Jenis Vaksin

Foto: Dok beritainspira.com/ Tri Widiyantie

BANDUNG INSPIRA,- Pemerintah Kota Bandung menggelar program vaksinasi Covid-19 booster atau dosis ketiga, pada hari Kamis (13/1/2022) kemarin. Ketersediaan vaksin Pemkot Bandung  memperoleh 2.000 vial vaksin anticovid-19 dengan jenis Pfizer dan Astrazeneca.

Pada hari perdana pemberian vaksin Booster itu, Dinas Kesehatan Kota Bandung menggelar vaksinasi booster diseluruh Puskesmas serta lokasi lainnya seperti Pusdai dan juga Yakes Telkom.

“Yang pasti 80 Puskesmas plus 3 Rumah Sakit Daerah, serta klinik-klinik Pemerintah lain seperti RSHS, Cicendo, Rotinsulu, Sartika Asih, Salamun, itu sudah siap,” ungkap Kepala Dinkes Bandung, Ahyani Raksanagara saat dihubungi via telepon seluler.

Sementara, untuk RS atau klinik swasta tinggal berkoordinasi dengan puskesmas setempat.

“Sedangkan untuk siapa saja penerima vaksin booster, tentunya yang sudah menerima tiket di PeduliLindungi dan didahulukan bagi Lansia,” paparnya menjelaskan.

Ahyani juga mengatakan, untuk jenis vaksin pihaknya memohon agar warga jangan memilih dan gunakan yang tersedia.

“Yang siap pastinya yang tersedia di faskes, karena itu kan sudah hasil uji klinis dan BPOM. Jadi untuk semua masyarakat,  pertama yang merasa sudah memenuhi kriteria cek tiketnya jika sudah ada kemudian segera ke faskes terdekat,” ujarnya.

Sebagai gambaran, lanjutnya,  hari ini pihaknya  memulai mencoba massal di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) pada pukul 12.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB yang bekerja sama dengan Yayasan Telkom bagi semua yang sudah memiliki tiket.

“Kalau yang di Pusdai kuota perdana yakni 300 orang, jumlah yang sama juga diberikan di Puskesmas. Dengan total sasaran kita sekitar 294.334,” bebernya.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan,  lansia beserta masyarakat 18 tahun ke atas lebih yang telah menerima dua kali penyuntikan vaksin anticovid-19 menjadi prioritas sasaran vaksinasi Covid-19 booster.

Kebijakan tersebut sesuai dengan hasil rapat koordinasi Menteri Kesehatan dengan seluruh kepala dinas tingkat kota/kabupaten, maupun provinsi se-Indonesia, belum lama ini.

“Untuk vaksinasi booster, pendaftarannya secara daring dengan mengakses aplikasi Pedulilindungi. Berlaku sejumlah kriteria, di antaranya, kelompok lansia, masyarakat rentan, berusia 18 tahun ke atas, tidak memiliki komorbid. Seumpama memenuhi kriteria, pendaftar bakal beroleh e-tiket (tiket elektronik),” tutur Yana di Balai Kota Bandung, kemarin malam.

Lebih jauh ia menjelaskan, pendaftar tinggal mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan, atau pos pelayanan vaksinasi.

“Pemerintah mentapkan lima jenis vaksin anticovid-19 sebagai booster-berlandaskan persertujuan Badan POM-. Untuk Kota Bandung, ada dua jenis yang tersedia, yakni Pfizer, dan Astrazeneca,” kata Yana.

Seperti kita ketahui, vaksinasi Covid-19 Kota Bandung per 11 Januari 2022, mencapai 105,14% dari total target sasaran 1.952.358 jiwa untuk penyuntikan pertama, 90,94% dari total target sasaran untuk yang dengan penyuntikan kedua. Untuk kelompok sasaran lansia, mencapai 79,96% dari jumlah sasaran 206.046 (dosis I), 74,01% (dosis II). Kota Bandung telah memenuhi kriteria melaksanakan vaksinasi Covid-19 booster. (TRI)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me
Lost your password?

Lost Password