Soal Janji Politik Program PIPPK, Begini Tanggapan Wali Kota Oded

walkot oded danial

BANDUNG INSPIRA,- Wali Kota Bandung Oded M Danial akan kembali mengkaji program Inovasi Pembangunan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK). Program tersebut merupakan janji politik Oded pada Pilwalkot 2018 lalu yang belum terealisasi.

Dalam janjinya, anggaran PIPPK untuk RW dinaikkan dua kali lipat dari program Rp100 juta menjadi Rp200 juta yang direncanakan akan turun pada program PIPPK 2019 lalu.

Oded menyampaikan hal itu dikarenakan kondisi pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia, termasuk Kota Bandung. Kendati begitu, Oded mengaku tahun ini sudah menambahkan anggaran untuk PIPPK Rp25 juta.

“Dengan adanya pandemi ini, saya sudah minta pada teman-teman di tingkat RW. Ini harus dipahami, dan mereka juga memahami,” katanya di Pendopo, Rabu (14/9).

Baca juga: Separuh Masa Kepemimpinan Oded-Yana Tangani Pandemi Covid-19 Secara Serius

“Walau sudah ditambah sebesar Rp25 juta jadi total Rp. 125 juta di tiap RW, tapi saya sudah janji Rp200 juta. Kalau memang keuanganya tidak ada, kami berharap mereka bisa paham kondisinya,” sambungnya.

Lebih jauh ia juga mengungkapkan, situasi pandemic memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan penyesuaian anggaran, di mana anggaran yang ada dialihkan untuk penanganan COVID-19.

Kendati demukian, pihaknya meyakini jika kondisi sudah membaik dan anggaran meyakinkan janji politik akan terealisasi.

“Ya kalau besok atau lusa ada anggaran, kenapa tidak? Ini kan buat masyarakat. Yang penting Mang Oded tidak ada istilah sungkan-sungkan atau takut popularitas. Apa adanya, kalau kenyataan seperti itu ya saya sampaikan. Masyarakat kota Bandung saya yakin bisa paham kalau dijelaskan,” katanya.

Seperti diketahui, janji politik tersebut terungkap saat Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Bandung, Oded M. Danial memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Camat pada tahun 2018 silam, di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan rencana memberikan anggaran ekstra PIPPK, khusus untuk RW.

Oded pun menjanjikan, penambahan anggaran rencananya dilakukan pada 2019 dari semula Rp100 juta menjadi Rp200 juta per RW.

Baca juga: Terkait Kritik Lewat Mural, Oded: Tak Masalah Asal Disampaikan dengan Benar

Menurutnya, penambahan anggaran RW melalui PIPPK bertujuan untuk memberdayakan RW di setiap wilayah dalam melaksanakan pembangunan. Para camat ditugaskan untuk membuat konsep teknis demi memudahkan pelaksanaan pembangunan yang memberdayakan RW.

“PIPPK ini banyak aspirasi dan harapan masyarakat. Kepada Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bagian Pemerintahan serta seluruh camat, buatlah konsep teknis untuk memudahkan para ketua RW,” kata dia.

Ia juga mengatakan, PIPPK akan dijalankan dengan sistem swakelola. Ia percaya, swakelola mampu memberikan efisiensi waktu dan lebih produktif dalam pemberdayaan masyarakat.

“Karena kalau masih dengan pihak ketiga, berarti judulnya harus diganti hanya PIP saja. Kan kita punya PIPPK, sehingga aspek dimensi pemberdayaan harus terwujud,” katanya.

Disamping itu, Mang Oded pun mengungkapkan rencananya membuat program untuk menghadirkan masyarakat yang unggul dengan mengedepankan “gerakan”.

“Program itu harus dalam bentuk gerakan. Ini jadi indikator. Misalnya gerakan Bebersih Bandung, gerakan menghormati waktu, ada gerakan lagi misalnya juga gerakan taat aturan dan beretika, seperti ini kita akan berikan kepada masyarakat,” begitu kata Oded. (TRI/SON)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password