Skuad Denmark Disambut bak Pahlawan di Negerinya

SPORT INSPIRA,- Ada satu curahan emosi terakhir manakala skuad Denmark tiba kembali di Kopenhagen setelah kalah 1-2 melawan Inggris di semifinal Euro 2020 yang mengakhiri perjalanan berliku mereka dalam turnamen ini.

Denmark bangkit setelah serangan jantung menimpa Christian Eriksen di lapangan dalam pertandingan pertama mereka, lalu disusul kekalahan di dua pertandingan pertamanya untuk membuka jalan yang luar biasa ke empat besar.

“Senang bertemu kalian, senang itu tidak terjadi online. Ini cara kami mengucapkan terima kasih,” kata pelatih Kasper Hjulmand kepada wartawan setelah skuadnya tiba di Bandara Kopenhagen, Kamis (9/7).

“Kami melanjutkan dengan dua hal. Satu, kami ingin menang. Kami sudah nyaris, dan kami kesal dan kecewa. Kedua, kami ingin menginspirasi dan menyatukan Denmark. Kami akan terus melakukannya,” kata dia sambil menahan air mata.

“Kami berterima kasih atas dukungan Anda, dan tanpa dukungan itu kami tak akan bangkit kembali, dan kami mengakhirinya dengan memberikan applause kepada semua orang.”

Para pemain dan staf teknis kemudian bertepuk tangan sebagai tanda terima kasih kepada para pendukung yang telah mendukung mereka sepanjang turnamen tersebut.

Banyak pemain menitikkan air mata saat berpelukan sebelum berpisah.

Di luar aula kedatangan, mereka mendapatkan sambutan bak pahlawan ketika teman, keluarga, dan simpatisan bersorak sorai begitu pemain dan staf keluar.

“Ada kebanggaan di balik ini semua, karena ini adalah perjalanan besar. Kami telah melalui seluruh rangkaian emosi ini,” kata kapten Simon Kjaer.

Kjaer mengaku telah berbicara dengan Eriksen setelah semifinal itu.

“Dia kecewa dengan hasilnya, tapi dia menikmati waktu bersama keluarganya,” tambah Kjaer.

UEFA mengatakan Eriksen, pasangannya, dan enam petugas medis diundang menyaksikan final, tapi tak ada konfirmasi mengenai apakah dia akan hadir.

Penjaga gawang Kasper Schmeichel dan gelandang Thomas Delaney mengaku tidak akan menonton pertandingan final Minggu itu ketika Inggris menghadapi Italia di Wembley.

Mereka membicarakan persahabatan yang mereka lukiskan sebagai pengalaman seumur hidup.

“Dalam 20, 30, 40 tahun kami akan mengingat perasaan ini. Ini kelompok yang luar biasa. Semua yang sudah kami lewati adalah hal yang membekas dalam jiwa,” kata Delaney. (SON)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password