Siwak, Sikat Gigi Zaman Nabi yang Kaya Khasiat

RISALAH INSPIRA,- Sebelum mengenal sikat gigi, orang zaman dulu menggunakan siwak sebagai alat pembersih gigi. Pamor siwak atau miswak (dalam bahasa arab) selama ini mungkin terdengar akrab di telinga umat muslim.

Berasal Tanah Arab, siwak merupakan batang atau ranting dari pohon Salvadora persica yang cukup sering disebutkan dalam kisah-kisah Nabi zaman dahulu.

Imam An-Nawawi rahimahullah pernah berkata, “Siwak menurut istilah para ulama yaitu kegiatan menggunakan ranting atau yang semacamnya untuk menghilangkan warna kuning serta kotoran lain yang ada pada gigi.”

Dilkutip dari hallosehat.com, ranting miswak diperkirakan sudah dipergunakan untuk membersihkan dan merawat gigi serta mulut sejak zaman peradaban awal Arab, Yunani dan Romawi Kuno.

Manfaat Siwak

Terdapat beberapa hadis yang menjelaskan tentang keutamaan siwak dan motivasi untuk melakukannya. Hal ini menunjukkan bahwa siwak adalah sunnah yang ditekankan untuk diamalkan.

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Tirmidzi mengatakan, “Bersiwak menyebabkan kesehatan lebih terpelihara dan mampu mengurangi produksi dahak dalam tenggorokan. Karena itu, para Sahabat Nabi SAW selalu membawa kayu siwak dan menyelipkannya di celah telinga mereka, sekalipun tengah dalam perjalanan.”

Ada pun Nabi Muhammad SAW bersabda, “Siwak membuat bersih mulut dan mendatangkan ridho.”

Hadis tersebut menunjukkan dua manfaat penting bersiwak. Pertama, manfaat duniawi yaitu akan membersihkan mulut. Kedua, manfaat ukhrawi yaitu akan mendapatkan ridho Allah SWT.

Banyak kandungan alami di dalam siwak yang diyakini mampu menjaga kesehatan gigi dan mulut seperti vitamin C, kalsium, sulfur, essential oil dan tannin.

Selain berguna untuk kesehatan mulut, rebusan akar pohon arak ini banyak digunakan masyarakat Arab untuk membuat siwak, juga dapat membantu mengobati gangguan pernapasan dan pencernaan, obat kumur, mengobati bisul, membantu penyembuhan sirosis Rahim, melawan tumor, serta dapat menunda siklus menstruasi pada wanita.

Hukum dan Waktu Terbaik Bersiwak

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa siwak hukumnya sunnah, bisa dilakukan kapan pun di setiap waktu. Akan tetapi ada keadaan yang lebih dianjurkan untuk bersiwak, yaitu ketika hendak shalat, ketika hendak wudu, saat hendak membaca al-Qur’an, saat bangun tidur dan saat ada perubahan bau mulut seperti misalnya karena lama tidak makan dan minum, memakan makanan yang berbau tak sedap, lama berdiam dan ketika banyak bicara. (SON)

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password