Sertifikasi Halal Tingkatkan Daya Saing Industri Fashion Muslim

Foto: Istimewa

JAKARTA INSPIRA,- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengembangkan daya saing industri fesyen muslim dengan mendorong para pelakunya memiliki sertifiasi halal.

Industri fesyen muslim halal dinilai memiliki potensi besar dalam memacu perekonomian nasional. Apalagi, Indonesia saat ini memiliki peluang emas untuk menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia lantaran didukung dengan sumber daya yang dimiliki, termasuk di sektor industrinya.

“Industri fesyen muslim memiliki potensi yang besar mengingat konsumsi fesyen muslim di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Di tahun 2020, Indonesia berada di urutan kelima konsumen fesyen muslim dunia,” ucap Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (23/6).


Baca juga: Sertifikasi Halal Sangat Penting Bagi Kemajuan Ekonomi Dalam dan Luar Negeri

Guna mencapai sasaran tersebut, Indonesia sudah menyiapkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Salah satu strateginya adalah penguatan rantai nilai halal yang terdiri dari industri makanan dan minuman halal, industri pariwisata halal, industri fesyen muslim, industri media dan rekreasi halal, industri farmasi dan kosmetik halal serta industri energi terbarukan.

Di samping itu, Indonesia juga menjadi eksportir terbesar kelima di negara anggota OKI, dengan proporsi 9,3 persen. Nilai ini jika dilihat secara global baru berkisar 3,8 persen dari total pasar produk halal dunia. Oleh karenanya, perlu dioptimalkan lagi.

“Tidak hanya peluang pasar global yang diproyeksikan mencapai 1.84 miliar penduduk muslim di dunia pada tahun 2023, kebutuhan produk halal dalam negeri pun masih terbuka luas dengan populasi penduduk muslim 87,2 persen dari total penduduk Indonesia,” ujar Menperin. (SON)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password