Serius Pak Presiden Sembako Juga Bakal Dikenakan Pajak?

Foto : Ilustrasi

JAKARTA INSPIRA,- Kabar terbaru muncul ada wacana dari pemerintah pusat yang memutuskan untuk memasang tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), pada kelompok barang tertentu, termasuk produk sembako.

Sebagai informasi, agenda pengenaan PPN untuk bahan pokok tersebut tercantum dalam draf perubahan ke-lima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1993, tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Bila tidak ada aral melintang beleid tersebut, akan dibahas oleh pemerintah dan parlemen di tahun ini sebab sudah ditetapkan dalam Program Legislasi Nasionak (Prolegnas) 2021.

Baca juga: Jadwal dan Syarat Lengkap Pendaftaran PPDB Kota Bandung

Mengacu pada UU Nomor 49 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, mengatur kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat terdiri dari beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, garam, daging, daging segar yang tanpa diolah, telur, susu, buah-buahan dan sayur-sayuran. Dan kebutuhan pokok ini direncanakan kena PPN.

Sedangkan hasil pertambangan dan pengeboran yang dimaksud adalah emas, batu bara, hasil mineral bumi lainnya, serta minyak dan gas bumi. Dalam draf RUU KUP tersebut, pemerintah juga memutuskan untuk menambah jenis jasa yang sebelumnya dikecualikan atas pemungutan PPN.

Jasa pelayanan yang kemudian akan dikenai PPN pemerintah diantaranya, pelayanan kesehatan medis, jasa pelayanan sosial, jasa pengiriman surat dengan perangko, jasa keuangan, hingga jasa asuransi.

Baca juga: Instruksi ke Kepala Daerah dari Presiden Jokowi: 1 Juta Vaksin Per Hari

Ada pula jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan, jasa angkutan umum di darat di air serta angkutan udara dalam negeri dan angkutan udara luar negeri, jasa tenaga kerja, jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam, serta jasa pengiriman uang dengan wesel pos.

Melalui beleid RUU KUP tersebut, pemerintah juga memutuskan untuk menaikkan tarif PPN dari 10% menjadi 12%.

“Tarif pajak pertambahan nilai adalah 12%,” demikian tertulis pada pasal 7 ayat 1. (MSN)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password