Sempat Tegang, Ratusan Orang Lakukan Aksi Tolak PPKM di Pemkot Bandung

Dok. Beritainspira.com

BANDUNG INSPIRA,- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang berbuntut adanya aksi yang dilakukan ratusan massa di gerbang masuk Pemerintah Kota Bandung, Jl, Wastukencana, Kota Bandung, Rabu (21/7/2021).

Berdasarkan pantauan beritainspira.com dilokasi, mereka datang sekira pukul 11.15 WIB, spanduk penolakan PPKM Darurat dibentangkan di area jalan. Dalam aksinya, mereka pun menuntut sejumlah poin diantaranya hentikan PPKM Darurat.

Koordinator aksi memberikan seruan terkait PPKM Darurat yang diberlakukan pemerintah. Menurutnya, PPKM Darurat berdampak pada kerugian yang dialami oleh masyarakat.

“PPKM Darurat, merugikan rakyat, tolak PpKM Darurat,” ujarnya.‎

‎Perwakilan Pedagang Bandung Elektronik Center (BEC) Putra, memberikan orasi berupa susahnya dengan adanya PPKM Darurat. Menurutnya, dengan adanya PPKM Darurat, tempat yang menjadi ruang usahanya menjadi ditutup.

Padahal, ruang usaha tersebut adalah satu-satunya tempat Dia mendapat rupiah.

‎”Saya Mewakili pedagang BEC, menyatakan ppkm tidak efektif, dan merugikan,” ujarnya.

“Kami sangat dirugikan sebagai edagang, kontrakan masih garus tetap dibayar,” tegasnya.

Untuk itu, Putra meminta, Pemerintah untuk dapat memberikan solusi terhadap nasib mereka. ‎ “Ada aturan ada solusi, anak istri harus makan,” ujarnya.

Sembil terisak, Putra melanjutkan orasinya dengan menyatakan bahwa betapa mirisnya nasib yang Dia alami. Menurutnya, dengan adanya PPKM Darurat, Dia harus menanggung beban karena sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Bahkan, Ia tidak bisa memenuhi keinginan anaknya yang meminta sejumlah uang untuk jajan.‎

‎”Budag ceurik pak (anak nangis pak), monta duit lima ribu oge hes (minta uang lima ribu juga susah),” tuturnya.‎

“Budag ceurik hayang jajan (anak nangis pengen jajan), ” tandasnya.‎

Tak lama kemudian sejumlah pelajar/mahasiswa pun datang menuntun hal serupa. Hingga akhirnya massa aksi bertambah hingga memadati area pintu masuk Pemkot Bandung.

Selain berorasi, mereka pun hendak memaksa masuk hingga akhirnya keos terjadi. Bahkan, aksi sempat ricuh akibat adanya copet dilokasi aksi. Tak lama, copet tersebut pun tertangkap dan digelandang ke kantor Polsek setempat.

Sekira pukul 14.00 WIB, massa pun meninggalkan area Pemkot Bandung menuju kawasan Cikapayang dan Gedung Sate Provinsi Jawa Barat. (TRI/MSN)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password