Sejumlah Selter Jadi ‘Rumah Hantu’ Pemkot Bandung Siap Perbaiki

Foto : Ilustrasi

BANDUNG INSPIRA ,-  Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap lakukan perbaikan untuk sekitar 16 selter serta sejumlah Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang dinilai tidak terurys dengan baik.

Demikian diungkapkan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna di Balai Kota Bandung, Kamis (14/10). Bahkan ia mengaku risih dengan keadaan selter-selter di Kota Bandung yang dinilai banyak yang tidak terawat bahkan rusak. Ema juga menyebut selter tersebut sebagai ‘rumah hantu’.

“Jadi Saya kebetulan saat kemarin pagi olah raga di rumah dinas, masuk ke jalan Pasteur itu ada selter yang mirip kapsul kurang terpelihara, kemudian kayak barang rongsokan, ini saya akan tertibkan,” kata Ema.

Untuk itu pihaknya tengah mengevaluasi Dishub (Dinas Perhubungan) itu mengenai selter, “kan banyak selter yang seperti rumah hantu,” ujarnya.

Disampaikannya,  setidaknya ada 16 selter yang perlu diperbaiki. Selain selter, lanjut Ema, pihaknya juga telah memetakan JPO yang tidak terurus.

“Alhamdulillah pak Asda 3 (Asisten Daerah 3), sudah merapatkan itu, dan nanti rencananya akan ada target oleh kita ada 16 Selter atau halte  yang akan ditertibkan termasuk JPO-JPO yang sekarang ini jadi seperti barang rongsokan tidak berfungsi itu ada 5 sasaran yang akan kita garap,” ujarnya

Bahkan ia menyayangkan, selter dan JPO yang tidak terawat kerap dijadikan sebagai tempat tinggal oleh orang dengan status Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

“Jadi kita harus tentukan titik yang tepat, kita tidak ingin JPO hanya kamuplase untuk mengakomodasi kepentingan tertentu,” tandasnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi (SPT) Dishub Kota Bandung, Suharmaji mengungkapkan  ada 349 buah selter yang terdiri dari 53 TMB, 265 Halte angkutan umum, dan 31 JPO dalam kondisi rusak. Menurutnya kerusakan mayoritas akibat ulah oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab.

“Itu semuanya kondisinya rusak akibat ulah tangan jail oknum warga yang tidak bisa menjaga fasilitas publik. Dan itu perlu perbaikan,” imbuh Suharmaji. (TRI)

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password