Sejak 1997, Inilah Perjalanan di Balik Suksesnya Netflix

SINEMA INSPIRA,- Mengganasnya virus corona ini membuat banyak aktifitas jadi terganggu. Tak diam, berbagai kebijakan dikeluarkan untuk menekan angka penyebaran COVID-19.

Banyak tempat-tempat publik yang harus dibatasi bahkan ditutup, salah satunya adalah bioskop. Untuk mengobati kerinduan menonton film legal, akhirnya beberapa orang ada yang beralih ke fasilitas nonton film streaming legal. Salah satunya adalah Netflix.

Netflix sendiri merupakan layanan streaming TV Internasional dan film-film yang bisa dinikmati via berbagai gadget. Selain itu, menayangan tontonan kesukaan dimanapun dan kapanpun selama ada koneksi internet.

Tentunya di balik suksesnya Netflix ini, terdapat perjalanan panjang yang menyertai. Keberadaannya sudah ada sejak lama, tapi ini di Indonesia belum tertalu lama dan peminanatnya bisa dikatakan melejit di tengah pandemi.

Netflix diibaratkan sebagai toko penyewaan DVD, tapi menawarkan film di dunia maya dan sebenarnya bisa disamakan dengan layanan video berbayar yang ada di Youtube.

Layaknya langganan televisi berbayar (TV kabel), Netflix bersih dari iklan, kita tak perlu menunggu jadwal penayangan serial televisi, dan keleluasaan kita untuk menentukan konten yang ingin dinikmati berkali-kali.

Untuk berlangganannya pun bisa dibilang murah. Mulai dari 109 ribu rupiah, pengguna Netflix bisa mengakses koleksi baik film maupun televisi yang ada di perpustakaan Netflix.

Netflix merupakan perusahaan yang didirikan sejak tahun 1997 dan berpusat di Los Gatos, California, Amerika Serikat. Marc Randolph dan Reed Hastings adalah dua sosok yang mendirikan Netflix.

Pada saat mendirikan Netflix, Hastings berusaha untuk menggabungkan 2 teknologi yang ketika itu masih baru, yaitu DVD dan keberadaan situs pemesanan DVD.

Selanjutnya, didistribusikan untuk pertama kalinya pada tahun 1999 dengan layanan distribusi langganan secara digital.

Di tahun 2000, Netflix tidak lebih dari sekedar layanan persewaan film. Menggunakan sistem pembayaran biaya langganan perbulannya dan para pelanggan bebas untuk mendapatkan layanan tanpa batasan jumlah dan waktu.

Di tahun 2003, Netflix memperoleh paten dari Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat untuk mengadakan layanan sewa berlangganan kala jumlah keanggotaannya melampaui 1 juta.

Perusahaan ini telah menawarkan berbagai koleksinya yang lebih dari 100 ribu judul DVD untuk memenuhi lebih dari 10 juta pelanggan pada tahun 2009.

Netflix pada November 2011 telah mencapai 23,6 juta pelanggan di Amerika Serikat dan lebih dari 26 juta pelanggan di seluruh dunia serta di tahun yang sama netflix juga mencapai total pendapatan digital mencapai 1,5 miliar USD.

Netflix telah berkembang ke 130 negara baru dan membawa layanan ini kepada para anggota di lebih dari 190 negara dan 21 bahasa di seluruh dunia. Sehingga ditambahkanlah fitur download agar bisa menonton secara offline dan selama dalam perjalanan.

Di Indonesia sendiri, beberapa orang akhirnya berlangganan Netflix untuk mengobati kerinduan menonton film luar negeri. Hanya dari rumah kita bisa merasakan bioskop mini pribadi. Hal ini juga dilakukan untuk ikut serta meminimalisir penyebaran COVID-19. (ANG/GIN)

2 Comments

  • Krystyna Reply

    July 23, 2021 at 10:15 pm

    Hi everyone, it’s my first pay a quick visit at this web page, and piece of writing is actually fruitful in favor
    of me, keep up posting these content.

  • las vegas usa casino reviews Reply

    July 24, 2021 at 2:51 am

    Hi, its good post concerning media print, we all be aware of media
    is a fantastic source of information.

Leave a Comment

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password