Sama-Sama Jadul, Kenali Perbedaan Gaya Retro dan Vintage

silhouettes of men and women

FASHION INSPIRA,- Inovasi dalam dunia fashion memang tidak pernah ada habisnya. Meskipun selalu ada pembaharuan dari masa ke masa, busana bergaya jadul atau biasa disebut old-fashioned tak pernah kehilangan peminatnya. Gaya vintage dan retro misalnya, dua tema ini masih digandrungi oleh banyak kalangan dan kehadirannya seakan tak lekang oleh zaman.

Bagi orang awam, tren fashion ini mungkin terlihat sama. Namun, jika telah diketahui lebih dalam, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari warna, motif atau corak, bahkan bentuk pakaian yang dikenakan.

Berikut beberapa perbedaan dari gaya vintage dan retro yang kami rangkum berbagai sumber:

Vintage Adaptasi 1920 Hingga 1960-an

Dewasa ini, tren busana didominasi dengan gaya feminin dan maskulin. Gaya vintage biasanya diaplikasikan dengan warna-warna terang yang soft dan warna pastel yang menciptakan kesan feminin. Model busana vintage tak jauh dari motif polos, stripes, bunga-bunga sampai polkadot.

Fashion icon yang dikenakan pada masa ini terkenal dengan model rok a-line yang melambai, sepatu dengan hak super tebal, mantel berbahan bulu binatang hingga tambahan aksesoris berupa pita.

Baca juga: Tampil di Met Gala 2021, Busana Kim Kardashian Jadi Bahan Candaan Netizen

Menurut desainer Emily Chalmer, di era 1920 hingga 1970, kebanyakan orang sangat menghargai dan senang mengenang masa kecil mereka sendiri. Inilah yang jadi inspirasi fashion bergaya vintage, yaitu agar orang-orang dapat merasakan nostalgia.

Vintage juga bisa bermakna “old and of very high quality”. Meskipun dekat dengan kesan kuno dan sederhana, itulah yang membuat gaya vintage bisa membaut tubuh terlihat lebih ramping dan menawan. Gaya ini tetap memiliki kesan tersendiri yang menarik bahkan untuk dikenakan saat ini. Audrey Hepburn dan Marilyn Monroe adalah artis yang menjadi ikon fashion vintage kala itu.

Retro Adaptasi 1970 hingga 1990-an

Gaya retro menjadi tren fashion yang populer di kalangan artis Hollywood. Model baju yang digunakan bermain dengan potongan yang super ketat, serta bermain dengan warna-warna yang terang dan lebih berani. Motif yang dipakai oleh tren retro adalah motif simetris dan gemerlap. Busana bergaya disko, celana cutbray, jaket kulit, pakaian berbahan corduroy dan baju atasan yang terbuat dari manik-manik menggambarkan ikon fashion yang dikenakan kala itu.

Kesan glamour dalam tampilan yang colourful menjadi identitas fashion yang menarik untuk diikuti. Masyarakat seakan lebih percaya diri dan bersemangat dengan menampilkan gaya berpakaian dengan warna-warna cerah yang menggambarkan kebahagiaan pascaperang dunia ke-II.

Satu motif gaya retro yang masih populer sampai saat ini adalah motif kotak-kotak. Tak lupa dengan bahan kulit dan bulu yang menjadi ciri khas, Michael Jackson dan Elvis Preslev memainkan peran penting sebagai artis bergaya retro.

Baca juga: Outfit Nyaman & Stylish ala Tak Dong-kyung di “Doom at Your Service”

Salah satu kesamaan gaya retro dan vintage adalah model celana pendek high waist. Bedanya gaya fashion vintage dipadukan dengan atasan model sailor atau berkerah. Sedangkan gaya retro biasanya memadukan atasan yang lebih terbuka, seperti kerah V, off shoulder, dan model crop top sehingga memberi kesan yang bebas dan menyenangkan.

Fashion bergaya vintage dan retro memang menarik untuk diikuti. Kedua gaya ini pun masih eksis dan dapat dipadu padankan dengan tren fashion modern masa kini. Dari kedua gaya lawas ini, mana yang paling cocok dengan gaya fashion-mu? (AZAHRA/SON)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password