RS Penuh! Dinkes Kota Bandung Pasang 2 Strategi Atasi Pasien Covid-19

Foto: Ilustrasi

BANDUNG INSPIRA,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, kini tengah menyiapkan dua langkah alternatif yakni pasca hospital dan pra hospital. Langkah tersebut diambil untuk memenuhi kebutuhan kurangnya ruang perawatan di Rumah Sakit (RS) untuk pasien terpapar Covid-19.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengungkapkan Upaya tersebut juga dilakukan karena saat ini bed occupancy rate (BOR) di Kota Bandung mencapai angka 94.15 persen.

“Kondisi keterisian tempat tidur di Kota Bandung sudah merah sekali dan full. Untuk itu kami upayakan beberapa alternatif untuk penanganan pasien Covid-19,” ungkap dia di Balai Kota Bandung, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Viral di Medsos, Lurah Gumuruh Bantah Usir Warga Terpapar Covid-19

Dijelaskannya, untuk alternatif pertama yakni pra hospital dengan menyiapkan beberapa fasilitas antara lain puskesmas dan juga ruang perawatan dikewilayahan seperti tingkat Kelurahan dan Kecamatan.

“Pra hospital ini kami gunakan ketika ada yang membutuhkan RS tapi tidak bisa tertangani karena RS full. Daripada diam diambulan dan keliling karena tidak dapat RS, maka untuk sementara kami siapkan ruangan perawatan dengan memanfaatkan fasilitas puskesmas atau juga ruang isolasi di kewilayahan. Tentunya dengan penanganan dari medis,” jelasnya.

Sementara itu, alternatif kedua berupa pasca hospital yakni membuat lokasi khusus pemulihan. Rencananya akan menggunakan hotel dengan kapasitas 500 tempat tidur dengan penanganannya didampingi oleh tim medis.

“Fasilitas pasca hospital ini digunakan bagi pasien terpapar Covid-19 yang sudah dirawat di RS. Namun, saat kondisinya sudah membaik tapi belum bisa pulang, bisa kami pindahkan ke pasca hospital. Agar ruang perawatan RS bisa digunakan untuk yang lain dengan kondisi lebih darurat,” tutur Yorisa.

Dirinya mengaku, pasca libur lebaran terjadi peningkatan terhadap kasus positif Covid-19 dan tidak hanya di Kota Bandung saja namun mereta di beberapa wilayah Indonesia.

Baca juga: PN Cianjur Hentikan Semua Kegiatan Sidang Pekan Depan

“Tidak ada daerah yang kasusnya tinggi sekali atau rendah sekali. Semua dengan tren seragam,” katanya.

Yorisa melanjutkan, tingkat keterisian tempat tidur RS di Kota Bandung mencapai angka 94.15%. Untuk warga Kota Bandung tercatat sekitar 56% dan sisanya merupakan warga rujukan luar Kota Bandung.

“Ditambah kab/Kota lain fasilitas sedikit dan semua bertumpuk ke Bandung. Untuk itulah kami ambil langkah alternatif¬† bagaimana antisipasi jangka kedepan agar¬† tidak muncak,” jelasnya. (MSN)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password