Rahasia Angka 7 dalam Dalil dan Sejarah Keislaman

ilustrasi-risalah

RISALAH INSPIRA,- Angka tujuh bagi sebagian orang adalah angka istimewa dan fenomenal. Angka ini pun memiliki keistimewaan dalam berbagai rutinitas ibadah, alam semesta, dan juga sejarah. Peneliti Al Quran mengamati ada sebuah sistem integral dalam Al Quran yang terkait dengan angka tujuh.

Angka tujuh merupakan angka yang bersaksi atas keesaan Allah SWT. Banyak hal di dunia ini yang berhubungan dengan angka tujuh. Berikut diantaranya, yang dikutip dari beberapa sumber.

Pertama, alam semesta tak lepas dari angka tujuh. Sistem alam ini sebenarnya didasarkan atas angka tujuh, karena seringkali angka tersebut diulang secara sistematis dalam kitab Allah SWT. Allah pun menciptakan langit dan bumi yang terdiri dari tujuh lapis.

Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam tujuh ayat Al Quran. Salah satunya pada QS. Ath-Thalaq ayat 12. Dijelaskan bahwa Allah menciptakan alam dengan memilih angka tujuh untuk dijadikan jumlah tingkatan langit dan bumi.

Kedua, Rasulullah banyak menyebutkan angka tujuh dalam beberapa haditsnya. Angka tujuh adalah yang memiliki banyak keistimewaan dalam hadits Rasulullah, angka ini memiliki posisi penting karena sering diulang-ulang oleh Rasulullah.

Ketiga, Surah Al-Fatihah sebagai surah wajib yang dibaca dalam shalat terdiri dari tujuh ayat. Selain itu, dalam hal ibadah, Allah pun memerintahkan bahwa sujud menggunakan tujuh anggota badan.

Keempat, banyak nabi dan rasul yang sering menyebutkan angka tujuh dalam kisahnya. Nabi Nuh misalkan, menjelaskan mengenai penciptaan langit yang tujuh lapis. Nabi Yusuf sering menyebutkan angka tujuh dalam tafsir mimpinya. Selain itu, tentang siksaan yang ditimpakan kepada kaum Nabi Hud. Kaum Ad yang dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin selama tujuh malam delapan hari terus-menerus.

Kelima, angka tujuh merupakan angka yang pertama kali disebutkan di dalam Al Quran dan terdapat pada wahyu pertama Al Quran. Wahyu yang didapat Rasulullah pada Surah Al-Alaq terdiri dari tujuh unsur. Tujuh unsur tersebut adalah bi yang artinya dengan, ismi artinya nama, robbi artinya tuhan, ka artinya mu, al lazi artinya yang, dan khalaq artinya menciptakan.

Keenam, kalimat kun fayakun perkataan yang diucapkan bila Allah berkehendak menciptakan suatu kejadian, terdiri dari tujuh huruf arab yaitu, kaf, nun, fa, ya, kaf, wau, dan nun.

Ketujuh, kalimat tauhid lailahailallah muhammadarrasulullah yang artinya Tiada Tuhan Selain Allah Muhammad Rasul Allah, terdiri dari tujuh kata dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia.

Kedelapan, angka tujuh digunakan Allah sebagai perumpamaan dalam sedekah. Seperti firman Allah pada QS. Al-Baqarah ayat 261, yang artinya:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Kesembilan, ketika seorang sahabat meminta Rasulullah menjelaskan rentang waktu untuk menghatamkan Al Quran, beliau bersabda:
“Khatamkan Al Quran setiap tujuh hari dan jangan lebih cepat dari itu” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Kesepuluh, seorang mukmin bertawaf di sekeliling Baitullah sebanyak tujuh putaran, melakukan sa’i antara shafa dan marwa sebanyak tujuh kali, serta melempar jumrah tujuh kali.

Kesebelas, kata kiamat dalam Al Quran disebutkan sebanyak 70 kali. Kata jahannam disebutkan dalam Al Quran sebanyak 77 kali. Keduanya merupakan kelipatan dari angka tujuh.

Yang terakhir, ketika Rasulullah berbicara tentang dosa-dosa besar, beliau menyebutkan dosa-dosa besar hingga tujuh macam. Demikian juga saat berbicara siksaan di hari akhir, Rasulullah sebutkan tingkatan siksaan hingga tujuh kali lipat.***(Magang)

(ANS/GIN)

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password