Puan Maharani Sibuk Promosi Lewat Baliho, Tak Bisa Jadi Teladan dan Ganggu Etika Publik

Foto : Ilustrasi

BANDUNG INSPIRA,- Ketua DPP PDIP Puan Maharani kini tengah sibuk untuk mempromosikan dirinya melalui baliho dan spanduk. Tentu saja publik yang melihat ini memunculkan spekulasi jika dirinya tengah mengampanyekan untuk maju dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, lantas menjelaskan sudah sekitar 16 bulan Indonesia menghadapi pandemi Covid-19 dan banyak masyarakat yang terkena imbasnya. Dia pun menilai, dari sisi etika publik gerakan promosi Puan tidak dapat dijadikan sebagai teladan.

“Dari sisi etika publik jelas sangat mengganggu terlebih negara dalam konsisi krisis kemanusiaan imbas pandemi. Puan jelas tidak dapat dijadikan teladan,” kata dia, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Wapres RI Bilang ‘Smart City’ Bisa Tuntaskan Masalah Tantangan Kota yang Dinamis

Kendati demikian, secara politik apa yang dilakukan Puan sah saja karena tengah mempromosikan diri di Pilpres 2024. Dirinya juga menyarankan, apabila Puan ingin dirinya hendak dikenang publik, dapat menggunakan kecukupan logistik politiknya untuk mengalokasikan anggaran demi membantu masyarakat dalam masa sulit pandemi Covid-19.

“Itu jauh lebih diingat publik dibanding hanya dengan foto yang terpasang di jalanan. Jauh lebih berdampak jika Puan alokasikan anggaran untuk mengatasi pandemi,” saran Dedi.

Terlebih, sebagai putri mahkota PDIP, Puan bisa mengakses struktur partai hingga ke desa-desa.

Sebelumnya diinformasikan Kader PDIP melaporkan perusakan sejumlah baliho bergambar Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Baca juga: Kemenkes Tegaskan Vaksinasi ‘Booster’ Hanya untuk Nakes

Sebanyak 8 titik lokasi baliho yang dirusak itu berada di Jalan Wiratno, Jalan Karang Asem, Jalan Mulyosari Bundaran Pakuwon City, Jalan Kalisari, Jalan MERR Mulyorejo, Jalan MERR RSIA, Jalan Ngagel, dan Jalan Kenjeran Makam Rangkah.

Pengaduan tersebut dilayangkan Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDIP Kota Surabaya. (MSN)

17 Comments

Leave a Comment

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password