Prioritaskan Vaksin Bagi Guru Jenjang Muda, Mendikbud: Interaksinya Beda

vaksinasi-guru
Foto: SMI News

BANDUNG INSPIRA,- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan, prioritas guru yang mendapat vaksinasi adalah guru dari jenjang muda dan SLB.

“Kami memutuskan bahwa misalnya sudah ada alokasi vaksin, kami prioritaskan yang jenjang lebih muda dulu. Jadi [urutannya] jenjang PAUD, SD, SLB. Baru ke SMP, SMA, dan SMK. Setelah itu ke perguruan tinggi,” katanya.

Nadiem menyoroti kebutuhan interaksi fisik antara tenaga pendidik dan peserta didik berbeda di setiap jenjang pendidikan. Maka dari itu, urutan prioritas ini ditetapkan demi melindungi sivitas pendidikan dari paparan COVID-19.

“Kenapa begitu? Orang tua pasti mengertilah, semakin muda semakin sulit melakukan PJJ,” ujar Nadiem di lokasi vaksinasi SMAN 70, Jakarta, Rabu (24/2).

Nadiem mengatakan, kegiatan belajar mengajar tatap muka harus sudah berlangsung usai vaksinasi, yaitu pada Juli 2021. Dengan memberlakukan Prokes yang sesuai, kegiatan belajar akan dilakukan sebanyak dua hingga tingga kali dalam sepekan.

“Juli kan tahun ajaran baru, berarti tahun ajaran baru di 2021 Insya Allah sudah bisa [belajar] tatap muka, mungkin bukan 100 persen kapasitas tapi paling tidak masuk dua kali seminggu, tiga kali seminggu, atau dengan sistem rotasi. Karena protokol kesehatan masih harus dijaga,” kata dia.

Pada hari ini, sebanyak 650 guru dan tenaga kependidikan se-Jabodetabek menerima vaksin. Nadiem menjelaskan, pihaknya menargetkan kurang lebih sebanyak 5,5 juta tenaga pendidik yang akan divaksin, termasuk guru dan dosen baik swasta maupun negeri.

“Termasuk juga formal dan nonformal. Jadi kami upayakan sebaik mungkin untuk memastikan semua itu terjadi di akhir bulan Juni,” pungkasnya. (SON)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password