PPKM Darurat, Wisata Alam Cipacet di Sukasari Ditutup

SUMEDANG INSPIRA,- Memasuki hari kelima Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat COVID-19, Petugas dari TNI, Polri, Satpol PP dan Pemerintah Desa Genteng Kecamatan Sukasari menutup tempat wisata Cipacet yang kerap ramai didatangi pengunjung.

Kapolsek Sukasari AIPTU Ato Suharto menuturkan, penutupan tempat wisata tersebut dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiataan masyarakat (PPKM) Darurat COVID-19. Tujuannya tak lain untuk meminimalisir mobilitas masyarakat serta penegakan disiplin protokol kesehatan di wilayah kecamatan Sukasari.

“Selain tempat wisata Cipacet, kami juga menutup bumi perkemahan Kiara Payung, karena sesuai instruksi menteri dalam negeri nomor 15 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat,” ucap Ato, Kamis (8/6/2021).

Ato mengatakan, dua tempat tersebut kerap ramai didatangi pengunjung dari berbagai wilayah. Karena kondisi pandemi COVID-19, maka dilakukan penutupan sementara hingga kondisi benar-benar baik.

“Apabila tidak dilakukan penutupan dikhawatirkan kasus COVID-19 di Sukasari semakin tinggi. Mudah-mudahan masyarakat mengerti dengan kondisi sekarang ini dan mematuhi prokes yang dianjurkan pemerintah,” ujar Ato.


Baca juga: PPKM Darurat Hari Ke-5, Angka Pelanggaran di Sumedang Masih Tinggi

Sementara itu, Kepala Desa Genteng Komara mengaku, selain menutup tempat wisata, pihaknya juga membantu memberikan himbauan kepada tokoh agama agar menutup sementara tempat ibadah.

“Alhamdulillah, hampir keseluruhan masyarakat mengerti dan memahaminya, sehingga aktivitas yang biasa dilakukan di masjid ditiadakan termasuk shalat Jum’at dan Idul Adha,” kata Komara.

Meski shalat Idul Adha tidak dilakukan di masjid atau di lapangan, kata Komara, namun warga tetap bisa melakukannya di rumah masing-masing. Termasuk juga dengan penyembelihan hewan kurban.

“Himbauan telah kami sampaikan kepada tokoh agama, RT, RW dan unsur lainnya, agar pasca idul adha nanti, tidak ada penambahan kasus COVID-19 di wilayah Desa Genteng,” katanya.

Menurutnya, sejauh ini ada beberapa warga di desa Genteng yang terkonfirmasi positif COVID-19. Bahkan, dua orang telah meninggal akibat COVID-19.

“Khawatir terjadi penambahan kasus, kami gencar melakukan sosialisasi kepada warga agar menerapkan prokes dengan memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan,” katanya. (ADT)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password