Peringati Sumpah Pemuda, Siti Muntamah Ajak Pemuda untuk Bangun Bangsa Pulihkan Pandemi

BANDUNG INSPIRA,- Dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober, Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah mengajak para pemuda untuk membangun bangsa dan negara, yang tengah merangkak memulihkan diri di tengah pandemi Covid-19.

Ummi Siti menjelaskan, pemuda adalah pondasi dalam terciptanya suatu negara. Bahkan sejarah terbentuknya Indonesia pun diawali oleh buah pemikiran dan sikap yang dilakukan para pemuda, salah satunya peristiwa Rengasdengklok. Dimana pada saat itu, golongan muda seperti Wikana, Sukarni, Chairul Saleh, Asmara Hadi, Subadio Sastrosatomo, Sayuti Melik serta lainnya menculik Soekarno dan Mohammad Hatta, untuk mendesak agar segera diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia yang akhirnya ditetapkan pada 17 Agustus 1945.

Dalam sejarah Islam pun Ummi Siti menambahkan, pemuda mempunyai peran penting dan besar. Seperti Usamah bin Zaid yang  ditunjuk oleh Nabi Muhammad SAW sebagai panglima perang, kala usianya baru 18 tahun. Kemudian Muhammad Al-Fatih, ketika masih berusia 25 tahun mampu menaklukan Konstantinopel atau saat ini menjadi Istanbul, Turki dari Romawi Timur. Sehingga tak heran Ummi Siti menyebutkan, bahwa pemuda adalah center of excellence yang patut didorong demi kemajuan bangsa.

“Menyikapi peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober hari ini, saya mengajak kepada para pemuda khususnya di Jawa Barat ini untuk bersama-sama kita membangun bangsa dan negara ini. Dimana seperti kita tahu, negara kita sedang terpuruk terutama 2 tahun terakhir ini. Tidak asyik dengan dunianya sendiri, ayo kita sama-sama memajukan negara kita ini. Kita punya Sumber Daya Alam (SDA) yang kaya akan  pemuda penuh karya.

Bung Karno pun pernah mengatakan, beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Ini menunjukan bahwa para pemuda ini sangat penting, termasuk dalam membangun suatu negara,” tutur Ummi Siti .

“Pemuda adalah center of excellence, berkumpulnya semua kebaikan yang harus didasari kebaikan spiritual. Bahkan sudah disebut, tujuh golongan yang mendapatkan naungan dari Allah SWT adalah pemuda. Pemuda yang mengisi waktu mudanya dengan ibadah.

Dalam Islam pun ada sejarah peran penting pemuda ini. Mulai dari Usamah bin Zaid, kemudian Muhammad Al-Fatih dan di Indonesia ini sendiri, terbentuk karena peran besar pemuda. Mulai dari zaman perang kemerdekaan, sampai proklamasinya berkat campur tangan para pemuda,” sambungnya.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera daerah pemilihan (Dapil) 1 Kota Bandung dan Kota Cimahi ini menyebut, para pemuda harus memiliki landasan spiritual yang kuat. Sehingga sumber daya yang ada dalam diri pemuda dapat terarah dengan baik. Didasari spiritual, kemudian mengembangkan intelektualitasnya, lalu kontrol emosional, sikap idealisme dan fisik untuk bertindak adalah kunci pergerakan dalam pembangunan bangsa.

Ummi Siti melanjutkan, dengan jumlah pemuda yang banyak dan cakupan wilayah sangat luas. Sudah saatnya pemuda Jawa Barat mulai bangkit, untuk mengejar mimpinya dengan melakukan sebuah pergerakan dalam membangun bangsa, memanfaatkan SDA yang ada. Mengingat data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) atau Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN), Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jabar saat ini berada di urutan 29 dari 34 provinsi. Kembali turun, dimana sebelumnya Jabar berada di urutan 20 pada April lalu.

“Pada Hari Sumpah Pemuda ini, mari para pemuda bersama-sama kita refleksi diri. Dengan IPP yang berada di urutan 29 ini, menunjukan masyarakat Jabar banyak, pemudanya banyak tapi IPP masih kurang. Saya berharap, kita sama-sama evaluasi keberadaan kiprah para pemuda dalam pembangunan paska pandemi ini. Kami mendorong para pemuda untuk berprestasi dan memperkaya literasinya. Sebab harusnya pemuda paling depan, dalam memajukan ekonomi, kesehatan, keadilan dan lain-lain. Harus berprestasi di banyak bidang, jangan satu bidang saja. Bisa di science, olahraga dan lainnya. Saya harap, pemuda dapat bertanggungjawab terhadap masa depan negeri ini. Harus berani, percaya diri untuk tampil. Jangan hanya jadi penonton. Mulai jadi produktif, sesuaikan dengan kebutuhan. Baik kebutuhan jangka pendek, menengah dan panjang. Pemuda harus pikirkan itu, apa yang bisa dikerjakan dan goal-nya apa,” kata dia.

Ummi Siti pun berharap baik pemerintah pusat, provinsi hingga daerah dapat memberikan dukungan penuh terhadap para pemuda, dalam mengembangkan kreativitasnya yang bertujuan untuk pembangunan bangsa.  Tidak terus memanfaatkan hasil pemikiran orang luar negeri. Saya yakin, pemuda kita pasti bisa asal gigih dan berani tampil. Jawa Barat dengan ekonomi kreatifnya bisa dikembangkan, memanfaatkan sumber daya alam yang diolah dengan kreativitasnya. Bisa maju tidak hanya di regional, tetapi juga nasional bahkan internasional. Sebagai negara besar, kita harus bangga dan percaya diri dengan para pemudanya,” tutupnya. (GIN)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me
Lost your password?

Lost Password