Pentingnya Melipat Sajadah Setelah Shalat

Ilustrasi: Pixabay

BANDUNG INSPIRA,- Sebagai umat muslim, kita diperintahkan ibadah wajib dengan melaksanakan shalat sebanyak lima kali dalam satu hari, karena shalat dikatakan sebagai tiang agama dan amalan yang pertama kali dihisab kelak.

Dalam praktik melaksanakan shalat kita terbiasa menggunakan sajadah atau alas berupa tikar kecil yang digunakan untuk shalat.

Sering juga kita jumpai sajadah di tempat shalat seperti di mushola dan semacamnya dengan cara yang asal saja, yang terpenting terlihat rapi dengan kondisi terlipat. Bahkan tidak terlipat dengan kondisi terbentang yang bisa aja diinjaki.

Selain itu, kondisi sajadah yang tidak terlipat juga sering dikaitkan dengan kehadiran jin atau diinjaki jin.

Padahal artinya dengan kondisi tersebut, sajadah justru bisa saja kotor, bahkan terkena najis membuat sajadah tidak dalam kondisi suci. Padahal Islam sangat memperingatkan bahwa kebersihan itu penting.

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Turmudzi dan Baihaqy,

عَنْ سَعْدِبْنِ اَبِى وَقَّاصٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌيُحِبُّ الْجَوَادَفَنَظِّفُوْااَفْنَيْتَكُمْ

”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan, bersih (dan) menyukai kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan, bagus (dan) menyukai kebagusan. Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu”. (HR. At- Turmudzi)

Dalam hadits lainnya juga dikatakan pentingnya menjaga kebersihan iini bahkan imbalannya surga.

اَلاِسْلاَمُ نَظِيْفٌ فَتَنَظَّفُوْافَاِنَّهُ لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ اِلاَّ نَظِيْفٌ

”Agama Islam itu adalah agama yang bersih atau suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang suci”. (HR. Baihaqiy)

Agar kebersihan lebih terjaga dengan kehati-hatian, adapun cara melipat sajadah yang baik dan benar untuk usaha menjaga kebersihan.

Foto: istimewa/facebook

Caranya adalah lipat sajadah dengan cara memanjang dengan arah bekas kaki bertemu dengan bekas kaki serta bekas wajah bertemu dengan bekas wajah juga. Kemudian lipat perpendek agar alas bawah sajadah bekas kaki bertemu dengan alas bawah bekas wajah.

(GIN)

 

18 Comments

Leave a Comment

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password