Pengaruh Spotlight Effect Terhadap Gangguan Kecemasan Seseorang

HEALTH INSPIRA,- Istilah Spotlight Effect mungkin masih terdengar asing di kalangan masyarakat. Namun, tanpa sadar di antara kita pasti pernah merasakan fenomena spotlight effect ini. Spotlight effect telah dikenal dalam ilmu psikologi sejak tahun 2000, melalui penelitian para periset American Psychological Association (APA) yang berhasil membuktikan bahwa orang cenderung melebih-lebihkan sejauh mana tindakan dan penampilan mereka diperhatikan orang lain.

Dilansir dari halodoc.com, spotlight effect merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kecenderungan seseorang yang selalu melebihkan seberapa banyak orang lain memperhatikan mereka. Sederhananya, orang yang mengalami ini cenderung berpikir dirinya menjadi sorotan setiap saat, orang lain memperhatikannya setiap waktu dan menyoroti tingkah laku, kesalahan atau kekurangan yang ada pada dirinya dalam waktu yang lama.

Para ahli psikologi menyebut bahwa spotlight effect muncul sebagai efek dari egosentrisme. Egosentrisme ialah ketidakmauan seseorang untuk melihat dari perspektif orang lain. Kondisi ini terjadi ketika kita terlalu memperhatikan dan menyadari perilaku maupun penampilan diri sendiri. Akibatnya, kita cenderung lupa bahwa orang-orang di sekitar mungkin tidak terlalu fokus pada hal-hal itu.

Ketika terlalu berfokus menebak apa yang mungkin dipikirkan orang lain tentang diri sendiri, maka akan memunculkan pemikiran negatif terhdap diri sendiri maupun orang lain. Jika kondisi ini tak cepat teratasi, kecemasan yang dialami dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan sosial atau social anxiety disorder.

Efek Spotlight Effect Terhadap Gangguan Psikis

Gangguan kecemasan sosial lebih dari sekedar kegugupan. Ini mencerminkan perbedaan aktivitas otak dan reaksi terhadap lingkungan. Bagi orang yang telah mengalami gangguan ini, spotlight effect bisa membuat keadaan menjadi lebih buruk, bahkan sampai mempengaruhi kemampuan diri untuk beraktivitas atau merasa nyaman di sekitar orang lain.

Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang menjadi ragu akan dirinya sendiri. hal ini juga dapat membuat seseorang percaya bahwa mereka akan dinilai buruk berdasarkan kegagalan atau kecerobohan yang mereka alami.

Orang yang telah mengalami gangguan kecemasan, lebih buruknya terdapat kemungkinan akan mengalami fobia sosial. Yakni ketakutan untuk dikritik dan diperhatikan secara berlebihan saat menghadapi kerumunan atau pada suatu lingkup pergaulan. Rasa cemas ini membuat mereka ‘demam panggung’ ketika berada di antara banyak orang.

Meningkatnya kesadaran diri bisa menjadi hal yang tak menyenangkan bagi sebagian orang karena dapat menimbulkan rasa malu. Tak heran jika orang pemalu biasanya akan lebih peka terhadap tindakan dan kelemahan diri sendiri. Mereka meyakini bahwa tingkah lakunya sungguh diperhatikan oleh orang lain.

Penanganan Spotlight Effect

Fenomena psikologi yang bisa disebut dengan efek sorotan ini bisa sangat mengganggu jika memiliki gangguan kecemasan sosial yang membuat situasi terasa lebih mengkhawatirkan dan seperti mengintimidasi. Meski begitu, kondisi ini bisa ditangani dengan bantuan pengobatan dan terapi.

Terapi perilaku kognitif dapat membantu memperbaiki pola pikir negatif yang muncul. Sedangkan pemberian obat antidepresan bisa diberikan untuk mengendalikan perasaan takut, cemas bahkan lelah. Pasien juga akan dilatih agar merasa lebih percaya diri dan meminimalisir rasa malu dan cemas akan berbagai hal.

Fenomena ini wajar terjadi karena kita memiliki persepsi yang besar terhadap segala tingkah-pola dan tutur kata yang diekspresikan oleh diri sendiri. Tindakan solutif yang bisa dilakukan adalah dengan mencoba untuk selalu berpikir positif, percaya diri dan acuh terhadap penilaian orang lain tentang penampilanmu. (GIN)

 

Penulis: Azahra Salsabila
Editor: Gina Tartila

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password