Peleburan Eijkmen ke BRIN Tuai Kontroversi,Ratusan Pegawai Terkena Imbas Dipecat

Foto: Istimewa

JAKARTA INSPIRA,- Terjadi kontroversi terkait dengan peleburan lembaga Eijkman ke BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Lembaga Eijkman resmi dilebur ke BRIN pada bulan September 2021. Timbulah perdebatan sampai sekarang.

Peleburan Lembaga Eijkman ke BRIN membuat kontrak kerja 113 tenaga honorer tidak dilanjutkan atau diberhentikan. Usai dilebur ke BRIN, Lembaga Eijkman berganti nama menjadi PRBM Eijkman.

Anggota Komisi VII DPR, Tifatul Sembiring, sangat menyayangkan keputusan pemerintah yang meleburkan Lembaga Eijkman ke BRIN.

“Biaya untuk mendidik peneliti sampai menjadi ahli, ini mahal pakai APBN,” kata Tifatul Sembiring melalui unggahan di akun Twitter miliknya, Rabu (5/1/2022).

Eijkman merupakan lembaga penelitian milik pemerintah yang bergerak di bidang biologi molekuler dan bioteknologi kedokteran. Lembaga tersebut berfungsi untuk mengembangkan biomedis, biodiversitas, bioteknologi dan biosekuritas, serta menerapkan kemajuan tersebut untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia terkait permasalahan kesehatan dan solusi yang dibutuhkan.

Tifatul juga menilai kalau peleburan Eijkman ke BRIN akan menghambat inovasi yang seharusnya dimiliki Indonesia. Karena untuk menemukan segala sesuatu berasal dari penelitian dan inovasi.

Jika tidak ada Eijkman, menurut Tifatul memberikan prediksi Indonesia akan merogoh kocek yang cukup dalam untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Semua berawal dari inovasi, kalau inovator2 ini diambil negara lain, RI akan jadi impor sgl hal. Dan ini pemborosan besar2an. Selamatkan Peneliti anak bangsa…!” kata Tifatul Sembiring. (MSN)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me
Lost your password?

Lost Password