Pakar Sekuriti Siber Soal Tren Clubhouse: Gampang Menipu Pengguna Android

Meski kian popular dan banyak digemari, kalangan pakar sekuriti menilai sinis aplikasi ini. [Gambar: Venture]

BANDUNG INSPIRA,- Aplikasi Clubhouse tengah populer belakangan ini. Bahkan, aplikasi audio chat yang sayangnya baru tersedia untuk perangkat iOS tersebut telah diunduh oleh 8 juta orang di seluruh dunia sejak pertama kali diluncurkan.

Dikutip dari Venture Beat, salah satu analis App Annie, Lexi Sydow menyebutkan, aplikasi ini dengan cepat menarik perhatian di Inggris, Jerman, Jepang, Brasil, Turki, dan beberapa negara lainnya.

Seperti banyak bisnis sosial lainnya di tengah pandemi, Clubhouse banyak dilirik karena kebutuhan masyarakat untuk menggantikan yang hilang akibat pandemi COVID-19.

“Clubhouse mengisi waktu luang saya setelah tidak ada lagi konferensi yang bisa saya hadiri secara langsung,” kata Oden Sharon, pengembang game asal Israel.

Sudah banyak dari kalangan teknologi, selebriti, dan influencer bergabung di platform ini. Pengguna Clubhouse lainnya, CEO Influential Ryan Detert menyebutkan, Clubhouse adalah platform yang bagus karena berfungsi sebagai jejaring profesional seperti LinkedIn, namun dengan format diskusi panel.

“Ini platform sangat bagus untuk mencari pebisnis yang satu frekuensi,” katanya.

Meski namanya kian popular dan banyak digemari, tidak semua orang menyukai Clubhouse. Ada kalangan yang menganggap sinis aplikasi ini, terutama para pakar keamanan siber.

Perusahaan keamanan siber Kaspersky, misalnya, pada pekan ini merilis peringatan akan bahaya yang mengintai di balik aplikasi Clubhouse Android palsu. Mereka mengatakan ada dua cara penjahat siber mengincar korban berkedok Clubhouse.

“Terdapat dua hal penting di sini, pertama penjualan undangan dan aplikasi palsu. Kedua skenario disatukan oleh satu hal, yaitu keinginan untuk mengeksploitasi minat para pengguna di platform sosial,” ucap pakar keamanan Kaspersky, Legezo.

Pertama, berkaitan dengan cara pengguna bisa masuk ke aplikasi Clubhouse. Sejauh ini pengguna hanya bisa menggunakan aplikasi tersebut jika mendapat undangan dari pengguna yang sudah lebih dulu masuk. Tetapi menurut Legezo, skenario pertama monetisasinya berskala kecil.

Skenario kedua, kata dia, sifatnya lebih serius. Para pelaku kejahatan siber dapat mendistribusikan kode berbahaya dengan membuat aplikasi Clubhouse Android palsu. Kode berbahaya itu akan bisa memperoleh titik lokasi perangkat, merekam audio dan video, mendapatkan akses ke messenger dan sebagainya.

“Jika para pelaku kejahatan siber mengimplementasikan kapasitas untuk merekam audio dan fungsi ini diizinkan pada perangkat, mereka akan dapat menggunakan rekaman berkualitas tinggi untuk melatih algoritma mesin mereka, membuat deep fake yang lebih canggih,” kata Legezo.

Cara terbaik untuk menjaga keamanan dari aplikasi Clubhouse Android palsu ini, lanjutnya, adalah dengan selalu menjaga pengaturan keamanan secara tepat saat mengunduh aplikasi. (SON)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password