Menuju ASO 2022: Menyambut Migrasi TV Analog ke Digital

BANDUNG INSPIRA,- Mengikuti amanat UU 11/2020 tentang Cipta Kerja, pemerintah kembali mematangkan rencana migrasi penyiaran digital dengan program analog switch off (ASO) 2022. Program yang sebelumnya ditargetkan selesai tahun 2018 tersebut sempat terhambat karena tarik ulur regulasi.

Saat ini, digitalisasi penyiaran di Indonesia sedang berjalan dengan mengalihkan format media dari bentuk analog menjadi bentuk digital. Secara sederhana, digitalisasi penyiaran dapat diartikan sebagai proses alih teknologi menuju penggunaan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi.

Dengan digitalisasi siaran, berbagai manfaat akan diterima oleh masyarakat, penyelenggara siaran, maupun pemerintah. Pemirsa siaran televisi digital akan mendapatkan siaran yang bersih dan jernih yang gratis serta konten yang lebih beragam dari berbagai penyelenggara siaran. Di sisi lain, digitalisasi siaran memungkinkan efisiensi frekuensi yang memungkinkan lebih banyak saluran televisi disiarkan daripada sistem analog.

ASO 2022

Dengan terbitnya UU Cipta Kerja, Indonesia menetapkan program ASO 2022. ASO dilakukan oleh masing-masing negara pada jadwal yang berbeda dengan melibatkan terutama konversi infrastruktur penyiaran televisi terestrial analog menjadi terestrial digital (DTT).

Dengan digitalisasi penyiaran, diharapkan bahwa penggunaan frekuensi menjadi lebih efisien dan keragaman konten menyadi lebih berkualitas.

Saat ini terdapat lebih dari 700 lembaga penyiaran swasta (LPS) di Indonesia. Jumlah tersebut telah memakan frekuensi UHF analog dalam penyiaran sehingga pemerintah tak lagi membuka izin baru untuk penyelenggaraan penyiaran untuk stasiun televisi yang baru pada 2017.

Dari sisi masyarakat pengguna, penerapan ASO juga akan menguntungkan dari sisi kualitas siaran maupun keragaman konten yang mungkin didapat, serta gratis. Sebelumnya, masyarakat yang menginginkan kualitas siaran yang lebih baik harus berlangganan TV kabel atau satelit.

Dengan digitalisasi penyiaran, masyarakat tak perlu mengeluarkan uang langganan untuk mendapatkan kualitas siaran yang prima. Masyarakat yang belum memiliki perangkat digital hanya perlu menyediakan dekoder atau set top box (STB) seharga Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu rupiah di pasaran.

Terbagi dalam Empat Tahap

tahapan ASO 2022
Infografis: Ardiansyah/beritainspira.com

Akan ada empat tahap dalam pelaksanaan migrasi siaran televisi analog ke digital. Tahap pertama akan dilaksanakan di 12 provinsi, sementara 22 ptovinsi lainnya akan dilaksanakan ASO secara bertahap mulai tahap II hingga tahap IV.

Berikut adalah list pembagian ASO untuk daerah provinsi per tahapnya. Mari disimak:

Tahap I

Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, D.I. Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara. Kedua belas provinsi ini akan memulai proses Analog Switch Off pada tanggal 30 Juni 2021.

Tahap II-IV

Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Bali, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat.

Kedua puluh dua provinsi tersebut akan memulai proses Analog Switch Off secara bertahap di tahap 2 pada 31 Desember 2021, tahap 3 pada 30 Juni 2022, dan tahap 4 atau tahap puncak pada 2 November 2022. (SON)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password