Mengenal Warna Kesukaan Rasulullah SAW

RISALAH INSPIRA,- Banyak tanda kekuasaan Allah SWT yang digambarkan dengan warna, sebagai bukti bahwa Allah memiliki kekuasaan dan menciptakan keindahan yang tiada tandingannya. Keterikatan antara warna dengan tanda kekuasaan Allah SWT memiliki maksud dan tujuan tertentu.

Simbol warna dalam cara berpakaian dapat menimbulkan kesan beserta alasan, apalagi yang mengenakan pakaian tersebut adalah seseorang dikenal banyak orang, begitupun dengan warna kesukaan dan cara berpakaian Rasulullah.

Rasulullah menyukai semua warna. Beberapa diantara bermacam warna yang ada, Rasulullah paling menyukai warna putih dan hijau. Banyak hadis dan keterangan yang menjelaskan tentang warna apa saja yang disukai dan menjadi pakaian sehari-hari Rasulullah. Namun, bukan berarti selain warna yang disukai Rasulullah memiliki kesan buruk.atau ditiadakan dalam Islam.

Dilansir dari Republika.co.id, Salah satu hadis yang menjelaskan tentang keutamaan memakai warna putih sebagai warna yang disukai oleh Rasul adalah hadis dari riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas RA. Rasulullah SAW Bersabda “Hendaklah kalian memakai pakaian putih semasa hidup kalian, dan kafanilah yang mati di antara kalian dengannya (warna putih), sebaik-baiknya kami adalah warna putih.”

Selain itu, dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi juga menjelaskan bahwa memakai pakaian berwarna putih disunahkan karena lebih bersih dan bercahaya. Itulah sebab yang menjadikan warna putih adalah warna yang utama dikenakan seorang muslim menurut Imam Al-Ghazali pada kitab yang sama.

Dalam tradisi agama Islam, bagi sebagian besar orang mengidentikkan dengan agama yang menyukai warna putih sebagai simbol kesucian. Namun, ada beberapa ketentuan terhadap cara berpakaian yang harus dikenakan dengan warna putih. Yaitu warna kain saat melakukan ihram, dan kain kafan untuk membungkus mayat.

Selain putih, beberapa ayat al-Qur’an dan hadis menjelaskan tentang keutamaan warna hijau. Hadis riwayat an-Nasai. “Rasulullah pernah menemui kami dalam keadaan memakai dua pakaian (atas dan bawah) yang berwarna hijau. Selain itu, Ibnu Hajar dalam kitab Tanbih al-Akhbar menyebutkan: ”Pada hari raya kami disuruh memakai pakaian berwarna hijau karena warna hijau lebih utama. Adapun warna hijau adalah afdhal dari pada warna lainnya sesudah putih.

Menurut keterangan ulama yang bersumber dari al-Qur’an, menjelaskan bahwa warna hijau itu merupakan warna yang dikenakan penduduk surga. Keterangan tersebut tercantum dalam al-Qur’an surat al-Kahfi ayat 31, yang berbunyi “Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya, dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal…”. Selain itu, ada juga keterangan yang menyebutkan bahwa Rasulullah juga menyukai warna abu-abu, hitam dan merah.

Dalam Islam sendiri tidak menetapkan bentuk atau warna pakaian untuk dipakai, baik ketika beribadah maupun di luar kegiatan ibadah. Islam hanya menetapkan adab dalam berpakaian itu mesti bersih, menutup aurat, sopan, tidak menyerupai lawan jenis, tidak transparan dan sesuai dengan akhlak seorang muslim.***(Magang)

(AZH/GIN)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password