Mengenal Plankton: Si Kecil Penyumbang Oksigen Bumi

Foto: Geografik

SAINS INSPIRA,- Plankton. Anda pasti tak asing mendengar istilah ini, apalagi jika Anda penggemar kartun Spongebob Squarepants.

Nama plankton sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu “planktos” yang berarti pengembara atau penghanyut. Istilah tersebut pertama kalinya digunakan oleh Victor Hensen.

Plankton di alam memiliki berbagai ukuran, umumnya kecil dan merupakan mikroorganisme. Ia memiliki dua jenis utama, yakni fitoplankton dan zooplankton.

Fitoplankton adalah jenis plankton yang hidup di permukaan lautan. Sebagai contohnya, seperti alga eukariota yang hidup di permukaan laut.

Sedangkan Zooplankton adalah hewan laut yang hidup sebagai plankton. Ukurannya kecil dan bertubuh lunak. Contohnya seperti protozoa kecil. Namun ada juga zooplankton yang berukuran besar seperti ubur-ubur.

Zooplakton ini akan berperan untuk memakan fitoplankton yang di kemudian waktu, akan menjadi sumber makanan bagi ikan yang lebih besar.


Baca juga: NASA Akan Kirim “Beruang Air” ke Luar Angkasa, Ini Tujuannya

Makhluk kecil ini disebut memiliki peranan penting dalam rantai makanan. Paus dikenal sebagai salah satu hewan yang punya ketergantungan terhadap plankton.

Produsen Oksigen Nomor Satu

Selain memiliki peranan dalam rantai makanan, plankton, khususnya fitoplankton memiliki peranan yang dibilang cukup besar dalam kehidupan di bumi ini.

Ternyata, fitoplankton memiliki peranan yang sungguh luar biasa dalam produksi oksigen di Bumi.

Cara kerjanya? Fitoplankton akan berfotosintesis seperti flora atau tumbuhan pada umumnya yang nantinya menghasilkan oksigen.

Meski terbilang mikroorganisme, bila dilihat dalam jumlah besar dari kejauhan, perairan yang dipenuhi oleh fitoplankton akan terlihat kehijau-hijauan karena fitoplankton memiliki klorofil dalam selnya.

Fitoplankton hanya memerlukan cahaya matahari dan nutrisi dari air untuk bisa melakukan fotosintesis dan bertahan hidup.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti memperkirakan bahwa fitoplankton menghasilkan sekitar 50 – 85% oksigen di bumi. Sedangkan tumbuhan (pohon) hanya sekitar 20%-an aja.

Artinya sebagian produksi oksigen yang kita hirup berasal dari mikroorganisme ini. Apalagi, sebagian besar bumi ini, merupakan lautan.

Namun, pertumbuhan fitoplankton juga bisa berubah secara musiman yang dipengaruhi oleh nutrisi air, suhu, serta faktor lainnya.

Fitoplankton dapat tumbuh begitu pesat ketika musim semi, dimana saat itu nutrisi dan cahaya matahari tersedia dengan baik.

Meski fitoplankton mampu menghasilkan oksigen untuk seluruh makhluk, kita juga harus tetap waspada dengan perubahan iklim dan rusaknya lapisan ozon. Sebab bila terjadi penipisan lapisan ozon hingga 16%, dapat menyebabkan pengurangan sebesar 5% fitoplankton, di mana artinya 7 juta ton ikan tiap tahunnya akan menghilang. (SON)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password