Mengapa Tertawa Dapat Mematikan hati?

RISALAH INSPIRA,- Sebagai umat manusia yang aktif melakukan interaksi sosial, bersenda gurau atau bercanda menjadi obrolan favorit dalam pergaulan kehidupan sehari-hari. Tujuan dari obrolan candaan ini untuk memnghibur hati dengan menimbulkan perasaan senang.

Namun, efek samping jika terlalu sering bercanda ternyata akan mematikan hati. Karena hati kita yang harusnya selalu diisi dengan hal-hal baik berupa ilmu dan hikmah untuk memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah Swt. Jika kita hanya menyibukkan diri dengan bercanda, kapan kita memikirkan tanda-tanda itu? itulah yang dimaksud dengan “banyak tertawa itu mematikan hati”.

“Di antara lima wasiat Nabi kepada Abu Hurairah ra. Bahwasannya Rasululah Saw bersabda: Dan janganlah kamu banyak tertawa, sesungguhnya banyak tertawa itu mematikan hati.” (HR. Turmidzi)

Jika dibiarkan berlarut-larut hati akan kehilangan fungsinya, maka akibat parah dari rusaknya hati ini di antaranya dapat menghilangkan kepekaaan terhadap lingkungan, menimbulkan sikap santai, tidak disiplin dan tidak menghargai waktu, menimbulkan malas berfikir, menghilangkan harga diri dan semacamnya.

Selain itu, jika candaannya menyinggung seseorang bahkan walau tidak ada niat untuk menyinggungnya maka dengan bercanda akan memicu perselisihan.

“Dan berhati-hatilah dalam bergurau, sebab berapa banyak senda gurau membawa bahaya dan beberapa banyak dua orang teman setelah bergurau bersengketa.” (Al Hikmah)

Candaan atau senda gurau tak selamanya berefek negatif seperti yang dijelaskan di atas. Selama kita memperhatikan adabnya dengan melakukan candaan secara dewasa, dalam batas-batas wajar, dengan niat yang baik serta memerhatikan situasi dan kondisi, senda gurau dapat memberi efek positif pada diri ketika.

Rasulullah Saw pun pernah bercanda semasa hidupnya di dunia ini. Berikut salah satu candaan Rasulullah Saw.

“Dari Hasan Bashri berkata, “telah datang kepada Rasulullah Saw seorang perempuan tua dan berkata, “wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah untuk memasukkan aku ke dlam surga.” Maka beliau bersabda, “wahai ibu fulan, sesungguhnya surga itu tidak dimasuki oleh perempuan tua bangka.” Dia berppaling lalu menangis.Keudia bersabda, “Beritahukan kepadanya bahwa ia tidak akan masuk surga dalam keadaan tua bangka. Dan Allah SWT berfirmna, “Seungguhnya Kami menciptakan mereka satu kejadian yang baru dan kkami jadikan mereka gadis-gadis yang penuh kecintaan sebaya,”” (Qs. Al Waiah 35-36) dan HR. Turmidzi). (GIN)

 

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password