Mengapa Ketika Sholat Selalu Tiba-tiba Mengingat Sesuatu yang Terlupakan?

RISALAH INSPIRA,- Manusia kerap sering banyak lupa, tetapi anehnya ketika sholat hal-hal yang terlupakan tiba-tiba ingat. Ketahuilah itu bukan hidayah tetapi gangguann dari setan.

Kerap ketika sedang melaksanakan shalat, yang sebelumnya tidak terpikirkan sama sekali atau mengingat sesuatu tapi sulit untuk ingat, tetapi justru ketika shalat langsung teringat. Tetapi mendengar cerama-cerama tentang shalat yang tidak khusyu, teringat sesuatu ketika shalat pun termaasuk menjadi faktor ketidakkhusyukan shalat.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ketika adzan dikumandangkan, setan menjauh sambil terkentut-kentut, sehingga tidak mendengarkan adzan. Setelah adzan selesai, dia datang lagi. Ketika iqamah dikumandangkan, dia pergi. Setelah selesai iqamah, dia balik lagi, lalu membisikkan dalam hati orang yang shalat: ingat A, ingat B, mengingatkan sesuatu yang tidak terlintas dalam ingatan. Hingga dia lupa berapa jumlah rakaat yang dia kerjakan” (HR. Ahmad 8361, Bukhari 608, Muslim 885 dan yang lainnya).

Ketika sedang shalat dan teringat hal duniawi ketahuilah bahwa itu kita sedang diperdaya oleh setan agar shalat kita kosong.

Utsman bin Affan pernah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, setan telah mengganggu shalat dan bacaanku.” Beliau bersabda, “Itulah setan yang disebut dengan ‘Khanzab’, jika engkau merasakan kehadirannya maka bacalah ta’awudz kepada Allah dan meludah kecillah ke arah kiri tiga kali.” (HR. Ahmad).

Setan memang tidak akan rela jika hamba Allah apalagi yang lemah imannya bisa kusyu dalam melaksanakan shalat. Mereka amat julid melebihi julidnya warganet. Tapi memang kenyataanya, meraih kekhusyukan memang sulitnya minta ampun. Bahkan Ali bin Abi Thalib pun bisa buyar konsentrasinya ketika sedang melaksanakan shalat.

Ada satu riwayat yang sudah masyhur, suatu hari Rasulullah Saw menjanjikan untuk memberi sebuah serban kepada Ali bin Abi Thalib, bila Ali mampu shalat 2 rakaat dengan khusyuk. Ali pun menyanggupinya. Akan tetapi, ketika di penghujung shalatnya, Ali justru teringat akan serban yang dijanjikan Rasulullah tersebut.

Allah tidak memandang shalat orang yang tidak menghadirkan hatinya bersama badannya. (Ihyaa’ ‘Uluumiddiin bagian Fadhilah ash-Shalat). (RISAL)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password