Membalas Kejahatan dengan Kebaikan, Kisah Teladan Rasul

RISALAH INSPIRA,- Ketika Nabi Muhammad Saw menyebarkan ajaran Islam, terutama saat menjalankan dakwah terang-terangan, beliau menerima berbagai penentangan bahkan kejahatan. Namun, Rasulullah Saw tak membalasnya kembali dengan kejahatan.

Hal yang terjadi malah kebalikannya, para pembencinya sesudah mereka menerima hidayah Allah.

Dalam kisahnya, Nabi Muhammad Saw selalu diludahi seorang wanita tua setiap melewati rumah pemilik rumah tersebut. Dengan perlakuan tak pantas tersebut, beliau rak pernah mengeluarkan kata-kata kasar apalagi memakinya. Rasul hanya tersenyum, kemudian kembali berjalan.

Namun, pada suatu hari, ketika Rasulullah Saw melewati rumah wanita tua itu, beliau tidak menemukan gangguan seperti biasanya. Kemudian beliau bertanya kepada seseorang tentang keberadaan sang wanita tua tersebut. Orang yang ditanyai Rasul merasa bingung, untuk apa Rasul menanyakan kabar dari seseorang yang telah berlaku buruk padanya.

Ternyata, sang wanita tua itu sedang sakit. Bukannya gembira, Rasulullah Saw segera menjenguknya. Wanita tua tersebut menangis melihat orang yang diludahinya setiap hari menanyakan keadaan dirinya.

“Duhai betapa luhur budi manusia ini. Kendati tiap hari aku ludahi, justru dialah orang pertama yang menjengukku.”

Dengan menitikkan air mata haru dan bahagia, wanita tua itu lantas bertanya,
“Wahai Muhammad, mengapa engkau menjengukku, padahal tiap hari aku meludahimu?”

Nabi SAW menjawab, “Aku yakin engkau meludahiku karena engkau belum tahu tentang kebenaranku. Jika engkau telah mengetahuinya, aku yakin engkau tidak akan melakukannya.”

Mendengar jawaban bijak dari Nabi, wanita tua itu pun menangis dalam hati. Dadanya sesak, tenggorokannya terasa tersekat.
Lalu, dengan penuh kesadaran, ia berkata, “Wahai Muhammad, mulai saat ini aku bersaksi untuk mengikuti agamamu.” Lantas wanita tua itu mengikrarkan dua kalimat syahadat, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Itulah salah satu kisah ayng dapat kita teladani sebagai umatnya tentang kesabaran Nabi Muhammad Saw, beliau tidak pernah membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan lagi, tetapi Rasul memaafkannya. (GIN)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password