Makna Insya Allah yang Sebenarnya

RISALAH INSPIRA,- Mengatakan ucapan insya Allah sudah tak asing bagi masayarakat Indonesia, terutama masyarakat Muslim. Misalnya ketika diminta kedatangannya dalam suatu acara yang mendambakan kehadirannya, seseorang itu akan mengatakan Insya Allah.

Namun, makna ini terkadang menjadi ambigu. Di sisi lain kata Inya Allah berarti mengiyakan tetapi tetap dengan seizin Allah artinya dia bertekad memiliki niat yang kuat untuk datang namun ketidaktahuan masa depan tentang apa yang akan terjadi karena takdir Allah. Di sisi yang satu lagi, makna kata ini disebut sebagai kata yang meragukan, atau menolak seseorang dengan cara yang lebih halus.

Kemudian, apa makna Insya Allah yang sebenarnya?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ucapan ini menujukan harapan atau janji yang belum tentu dipenuhi.

Makna kata insya Allah sendiri bermakna jika Allah berkenan atau jika Allah mengizinkan, berarti masa depan seluruh apa pun yang ada di muka Bumi ini ada dalam kekuasan Allah. Manusia tidak berkuasa menentukan apa yang akan terjadi pada masa tersebut. Karena alasan itulah setiap kita dianjurkan mengucapkan insya Allah saat berniat mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan masa depan, salah satunya dalam hal berjanji.

Melansir laman pemberitaan tirto, Kata insya Allah menjadi kata yang pada umumnya diucapkan untuk janji dengan kemungkinan dilanggar yang tinggi.

Allah SWT berfirman dalam Surah al Kahfi 23-24 yang menyebutkan:

وَلا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا . إِلّا أَنْ يَشَاءَ الله

“Dan janganlah engkau mengatakan tentang sesuatu, ‘Aku akan melakukannya besok.’ Kecuali jika Allah menghendaki atau mengucapkan insyaallah.”

Ayat ini memiliki makna yang berarti dalam hal aqidah tentang pentingnya rendah hati dengan mengiyakan adanya kekuatan yang lebih besar daripada dirinya.

Rasulullah Sw bersabda,

وَلَوْ قَالَ إِنْ شَاءَ اللهُ لَمْ يَحْنَثْ وَكَانَ دَرَكًا لَهُ فِيْ حَاجَتِهِ.

“Seandainya ia mengucapkan, ‘insya Allah’. Niscaya ucapannya itu bisa menjadi penyebab terkabulnya keinginannya.”

Agama Islam mengajarkan umatnya untuk berusaha, menyusun rencana, dan mempersiapkan diri. Selebihnya adalah tawakal atau kepasrahan total atas kehendak Allah.

Kata “insya Allah” merupakan wujud pengakuan atas kelemahan diri di hadapan Allah sembari bekerja keras karena proses yang ditempuhnya belum menemukan kepastian hasil. (GIN)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password