Lembaga Konservasi Dunia Sebut Komodo Terancam Punah

SAINS INSPIRA,- Lembaga konservasi alam dunia (IUCN) secara resmi memasukkan komodo ke dalam daftar merah atau Red List berisi spesies-spesies yang terancam punah. Salah satu yang mengancam kehidupan satwa ini adalah perubahan alam.

Akibat permukaan air laut terus naik, IUCN menyebut Komodo yang berhabitat di Kepulauan Komodo dan Pulau Flores terancam kehilangan ruang hidup.

Sementara para aktivis lingkungan di Manggarai Barat dan Indonesia juga khawatir komodo akan punah karena ruang hidup mereka kini semakin sempit seiring menjamurnya pembangunan infrastruktur pariwisata di beberapa pulau yang masuk dalam Taman Nasional Komodo.

UNESCO, badan pendidikan dan kebudayaan dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada Juli lalu telah meminta Indonesia untuk menghentikan pembangunan infrastruktur di Pulau Komodo karena bisa mengancam habitat binatang langka tersebut.

“Sangat ngeri membayangkan bahwa binatang prasejarah kini berada di ambang kepunahan akibat perubahan iklim,” kata Andre Terry direktur konservasi di Zoological Society, London Inggris.

IUCN pada Sabtu merilis laporan tentang kondisi 138.374 spesies tumbuhan, binatang, dan jamur di dunia. Lebih dari 25 persen spesies tersebut kini terancam punah.

Selain kabar buruk tentang komodo, laporan itu membawa kabar baik tentang spesies tuna yang menunjukkan tanda-tanda positif. Empat spesies tuna yang paling sering ditangkap kini berkembang biak pesat.

Tuna sirip biru atlantik, yang dagingnya diburu untuk sushi berharga mahal, kini tak lagi termasuk binatang terancam punah dan naik melewati tiga kategori untuk masuk ke golongan spesies least concern atau yang berisiko rendah untuk punah.

IUCN menilai kebijakan negara-negara di dunia untuk membatasi penangkapan tuna di dunia telah berhasil mencegah ikan tersebut punah. (SON)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password