KN PRBBK IV 2021 Siap Berkomitmen Dorong Strategi Pengurangan Risiko Bencana

JAKARTA INSPIRA,- Konferensi Nasional Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (KN-PRBBK) melaksanakan acara puncak yang digelar selama 5 hari pada Senin-Jumat, 21-24 September 2021. KN-PRBBK IV 2021 kali ini bertema “Refleksi dan Penguatan Strategi PRBBK dan Percepatan Penanganan COVID-19 di Indonesia”.

Lebih dari 8.000 interaksi peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti kegiatan melalui Zoom maupun Youtube Live Streaming.

KN PRBBK XIV telah dimulai sejak minggu ke 3 bulan Juli 2021 di beberapa wilayah di Indonesia berupa kegiatan refleksi PRBBK di wilayah-wilayah di Indonesia dan rangkaian acara puncak yang diselenggarakan tanggal 20 – 24 September 2021 tercatar sebanyak 60 kegiatan secara daring melalui webinar, FGD (diskusi kelompok terfokus), dan diskusi tematik.

Pada rangkaian puncak para peserta menghasilkan dua komitmen. Pertama, penguatan PRBBK sebagai strategi pengurangan risiko bencana dan percepatan penanganan pandemik COVID-19 di Indonesia.

“Kedua, komitmen untuk melakukan praktek-praktek PRBBK yang partisipatif dan inklusif, yang juga mendorong pelibatan bermakna dari anak-anak dan para pemuda, kelompok penyandang disabilitas, kelompok lansia, kelompok pemberdayaan dan penguatan perempuan, keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang terpinggirkan, serta masyarakat yang tinggal dalam kawasan rawan bencana,” dalam keterangan resmi yang diterima beritainspira, Jumat (24/9/2021).

Ketua Umum Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Avianto Anri menyampaikan bahwa PRBBK sangat relevan dengan kondisi pandemic hari ini. Ia juga berharap banyak pada gerakan komunitas untuk membangun budaya tangguh bencana.

“Kita perlu menjaga semangat gerakan komunitas dengan menyatukan semua pihak, memperkuat koordinasi dan kolaborasi, untuk membangun budaya tangguh bencana, sebagaimana yang tertuang dalam rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan dari KNPRBBK tahun ini,” kata Avianto.

Perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang turut hadir dalam konferensi tersebut juga menyerukan rekomendasi yang sama. Secara garis besar BNPB menyampaikan perumusan langkah-langkah untuk; 1) Penguatan tata kelola PRBBK; 2) Pemutakhiran praktek dan kemitraan PRBBK yang kuat dalam membangun model ketangguhan; 3) Peningkatan mutu kualitas PRBBK.

“BNPB juga mengajak para pihak untuk mendukung dalam mewujudkan rekomendasi dari kertas posisi yang secara garis besar merumuskan langkah-langkah untuk Penguatan Tata Kelola Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK),” tegas pidato penutupan Kepala BNPB yang diwakilkan oleh Bapak Raditya Jati, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Jumat (24/9/2021).

“Pemutakhiran Praktek dan Kemitraan PRBBK yang kuat dalam membangun model ketangguhan, Peningkatan mutu kualitas PRBBK agar terwujudnya kedaulatan, kebermanfaatan, kemandirian, keberlanjutan, dan penyebarluasan praktek-praktek PRBBK di Indonesia, khususnya wilayah yang berisiko tinggi terhadap ancaman bencana, termasuk ancaman perubahan iklim dan epidemic,” katanya.

Konferensi Nasional PRBBK merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh MPBI sejak tahun 2004 bersama dengan Lembaga-lembaga pemerhati kebencanaan lainnya.  Para penggiat kebencanaan berkumpul tiap tahun untuk bertukar gagasan dan tukar pengalaman atas kerja-kerja yang dilakukan selama satu tahun terakhir. (GIN)

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password