Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW Pada Tahun Gajah

RISALAH INSPIRA,- Nabi Muhammad SAW merupakan tauladan seluruh umat muslim di dunia. Baik dari zaman kenabian hingga saat ini.

Nabi Muhammad SAW paling akhir yang diutus Allah SWT untuk menuntun umat manusia di dunia. Sehingga, menjadi Nabi penutup dan tidak akan ada lagi nabi selanjutnya atau disebut sebagai khataman Nabiyyin (Nabi paling akhir).

Berikut kisah lahirnya kanjeng Nabi Muhammad SAW  yang dilansir dari berbagai sumber:

Pada saat itu, jazirah Arab diapit oleh dua kaisar, yaitu Romawi dan Persia. Keduanya memperebutkan wilayah Hijaz di Timur Tengah yang waktu itu belum terkuasai.

Di Tengah konflik seperti itu, Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah pada Senin, 12 Rabi’ul Awal tahun 571 H. Ibunya bernama Aminah dan ayahnya bernama Abdullah.

Tahun kelahiran beliau dikenal dengan “Tahun Gajah”  menandai bahwa ada moment penting yaitu ketika raja vasal Ethiopia di Yaman, Abrahah bermaksud untuk menghancurkan Ka’bah, pasukan ini bertolak menuju Makkah dengan membawa gajah. Namun, Ka’bah tidak runtuh.

Kemudian, pasukan Abrahah pun dihujani batu yang dikirim Allah SWT melalui burung ababil.

Di “Tahun Gajah” itulah, bayi Muhammad lahir dari rahim Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah sebagai anak yatim. Karena, ayahnya wafat di Madinah dua bulan sebelum Nabi Muhammad SAW lahir.

Setelah Aminah melahirkan, Abdul Muthalib amat gembira dan membawa bayi yang baru lahir itu ke Ka’bah, serta memberinya nama Muhammad. Namun, nama “Muhammad” menjadi pertanyaan di kalangan kaum Arab Makkah.

Ketika, diadakannya penyembelihan unta selepas 7 hari kelahiran sang bayi, orang-orang Quraisy bertanya-tanya kenapa nama bayi itu tidak diambil dari nama-nama nenek moyang mereka.

Abdul Muthalib yang menyaksikan kedahsyatan peristiwa “Perang Gajah” dan bantuan serangan dari langit, lalu abdul muthalib menjawab: “Kuinginkan dia (Muhammad) akan menjadi orang yang terpuji bagi Tuhan di langit dan bagi makhlukNya di bumi.”

Pada malam kelahiran Nabi Muhammad, istana kisra di Persia berguncang hingga 14 ruangan roboh. Api kaum Zoroaster yang disembah penganut Majusi pun padam. Padahal, api tersebut telah menyala selama 1000 tahun. Dengan demikian, kelahiran Nabi Muhammad SAW diyakini telah memadamkan api penganut Majusi.

Kelahiran Nabi Muhammad juga diyakini membawa berkah bagi orang-orang disekitarnya. Seperti Halimah As-Sa’diyah, diriwayatkan bahwa dia selalu menerima keberuntungan sejak pertama kali ia mengambil bayi Muhammad bin Abdullah sebagai bayi susuannya.

Karena pada saat bayi itu disusui, air susu Halimah yang sebelumnya sedikit menjadi deras mengalir. Unta yang ditumpangi sang suami ketika mengambil Muhammad menjadi gemuk dan kuat menempuh perjalanan dari Makkah ke Thaif.

Kabilah bani Sa’ad asal Halimah As-Sa’diyah juga tak henti-henti dilimpahi keberkahan selepas Muhammad berada di lingkungan mereka.

Harapan Abdul Muthalib pun terkabul karena Nabi Muhammad SAW menjadi sosok yang demikian berpengaruh, berbudi pekerti luhur hingga dijuluki sebagai Al-Amin (Orang terpercaya), dan memperoleh tempat khusus di sejarah dunia.

Penulis: Hardiyanti Novi***(Magang)

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password