Kesbangpol Jabar Gaet Forum Mitra Strategis Bahas Cegah Aksi Radikalisme dan Teroris

Foto : Ilustrasi

BANDUNG INSPIRA,- Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat mengadakan kegiatan Forum Mitra Strategis Bidang Kesbangpol seJawa Barat, di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum, didampingi Kepala Badan Kesbangpol Jawa Barat, Iip Hidajat, hadir dan membuka secara resmi acara yang digagas oleh Bakesbangpol Jawa Barat tersebut.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat, Iip hidayat, mengatakan mitra strategis bidang Kesbangpol ini sejawa barat bertujuan memperkuat konsolidasi dan koordinasi dalam rangka menangkal paham radikalisme dan terorisme di Jabar.

“Mitra strategis ini tentunya bagian dari sosialisasi terkait peraturan presiden (perpres) nomor 7 tahun 2021 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme tahun 2020-2024,” ujar Iip, Rabu (31/3/2021).

Iip mengatakan, kegiatan ini juga sebagai respon Badan Kesbangpol Jabar terhadap aksi teror bom Makassar sekaligus langkah antisipasi dan deteksi dini terhadap gerakan radikal dan terorisme.

“Kemarin aksi teror bom di Makassar, hal itu harus kita perangi karena berpotensi memecah belah bangsa. Kita harus kuat dalam melawan dan menangkal segala bentuk paham radikalisme dan intoleransi,” kata dia.

Kegiatan ini digelar selama dua hari, untuk berkoordinasi dan menyampaikan laporan kegiatan kegiatan di daerah terkait pencegahan radikalisme dan terorisme.

“Jadi Forum Mitra Strategis Kesbangpol ini adalah Forum Mandatory yang terdiri dari forum kerukunan antar umat beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Deteksi Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT),” bebernya.

“Tak hanya kami, saya yakin kita semua bangsa Indonesia menolak segala pemikiran dan kegiatan yang mengarah pada radikalisme dan terorisme,” lanjut Iip.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, menekankan pentingnya semangat toleransi dalam rangka menangkal paham radikalisme dan terorisme khususnya di jawa barat.

“Bersama-sama kita harus menjaga toleransi, dalam keberagaman bangsa agar senantiasa terwujud persatuan dan kesatuan umat,” ungkap Uu.

Dirinya turut mengutuk keras aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di depan gerbang Gereja Katedral Makassar.

“Tentunya kita semua mengutuk aksi bom di Makassar kemarin. Hal itu adalah bentuk upaya pemecah belah persatuan kita. Untuk itu kita harus lebih bersatu melawan paham-paham radikalisme seperti itu,” kata dia.

Kegiatan ini juga diharapkan bisa lebih berperan aktif dan melakukan langkah-langkah deteksi dini dalam rangka menangkal paham radikalisme dan terorisme di Jawa Barat.

“Kami yakin peran aktif ini akan lebih meningkatkan kerja sama pemerintah dan masyarakat yang berujung pada situasi Jawa Barat yang semakin kondusif dan terbebas dari paham radikalisme dan terorisme,” kata Uu. (BOB/MSN)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me
Lost your password?

Lost Password