Katanya Tidak Ada Pungli di TPU Cikadut, Tapi Korban Bermunculan Buka Suara

Foto: Dok. beritainspira.com

BANDUNG INSPIRA,- Isu pungutan liar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut menjadi perbincangan hangat. Berawal dari adanya bukti pembayaran proses pemakaman yang dilakukan oleh oknum petugas, alhasil salah seorang Pegawai Harian Lepas (PHL) TPU Cikadut diberhentikan Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Bandung pada Minggu (12/7/2021).

Namun ketika isu ini mencuat, Pemkot Bandung seolah menarik ucapannya kembali. Pemkot Bandung Batal memberhentikan PHL yang disebut mereka telah terbukti melakukan pungli.

Dengan kejadian ini, maka korban pungli pun mulai bermunculan dan buka suara satu persatu, setelah Yunita warga kawasan Holis yang menjadi korban pungli TPU Cikadut. Salah satu korban yang mengaku turut mengalami hal sama muncul. Warga tersebut berinisial J, dan mengaku telah memberikan sejumlah nominal untuk biaya proses pemakaman sang ayah yang meninggal dunia terpapar Covid-19 pada tanggal 4 Juli 2021 lalu.

Baca juga: Polisi: Terduga Kasus Pungli di TPU Cikadut Tak Lakukan Pelanggaran

“Pada intinya kemarin itu kami dari pihak keluarga diminta administrasi untuk proses pemakaman. Dan yang berhubungan langsung dengan pihak TPU nya paman saya,” ungkap J kepada media saat dihubungi via telepon seluler, Senin (12/7/2021).

Menurutnya, perwakilan keluarga langsung disodori bebebrapa list harga untuk lokasi pemakaman dengan tarif yang berbeda.

“Kalau siang itu antara 2 Juta sampai dengan 4 juta, sementara malam 4 sampai dengan 6 juta lebih,” paparnya.

Selanjutnya negosiasi pun dilakukan dan pihaknya memberikan Rp 2.5 juta kepada oknum yang mengaku sebagai petugas. Disampaikannya, keluarga tidak mengetahui jika sebetulnya proses pemakaman jenasah terpapar Covid-19 di TPU Cikadut itu gratis. Karena memang tidak ada penjelasan apapun terkait hal tersebut. Bahkan, pembayaran dilakukan H-1 sebelum pemakaman.

“Satu hari sebelumnya kami lakukan komunikasi terkait itu lewat WA dan menurut saya cukup struktur jadi tidak terpikir kalau itu adalah pungli,” terangnya.

Setelah itu, J baru mengetahui kalau sebetulnya proses pemakaman di TPU Cikadut itu gratis bagi jenazah Covid-19.

“Saya tahu dari berita kemarin, makanya saya juga mau speak up. Berarti ini adalah pungli, dan mohon untuk dikembalikan uang yang telah kami berikan,” tegasnya.

Baca juga: Hukum dan Azab Menimbun Tabung Oksigen dalam Pandangan Islam

Ia berharap, dengan munculnya para korban yang diduga menjadi sasaran pungli hal itu tidak terjadi lagi.

“Terlebih lagi dirundung duka, masa berani melakukan pungli. Lagi pula jika pihak TPU Cikadut sejak awal mensosialisasikan kalau proses pemakaman gratis, kami pun dari keluarga akan memberikan uang sebagai ucapan terimakasih,” kata dia. (TRI)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password