Kabar Babi Ngepet di Depok Hoax, Kapolresta Depok Ungkap Motif Sebenarnya

Foto: Istimewa

DEPOK INSPIRA,- Polrestro Metro Depok akhirnya mengamankan pelaku penyebar hoaks atau berita bohong tentang adanya diduga babi ngepet di Kampung Bedahan, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat hingga viral di media.

“Kami telah menetapkan satu orang tersangka AI yang juga merupakan warga setempat,” kata Kapolrestro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar, di Mapolrestro Depok, Kamis (29/4/2021).

Imran menguak motif tersangka yang kini sudah ditangkap polisi.

“Tujuan mereka adalah supaya lebih terkenal di kampungnya,” ungkap Imran.

AI yang juga warga setempat memang disebut sebagai salah satu tokoh di kampung tersebut dan kerap mengisi pengajian bersama para warga.

“Tapi (disebut) tokoh juga tidak terlalu terkenal, supaya dia dianggap saja,” kata Imran.

Baca juga: Pemkot Bogor Uji Coba 73 Sekolah Pembelajaran Tatap Muka (PTM)

Imran juga menegaskan, jika semua berita tentang babi ngepet yang terjadi selama beberapa hari ini hanyalah karangan AI semata yang menginginkan dirinya agar bertambah terkenal saja.

AI bersama enam orang rekannya merangkai cerita tentang babi ngepet, yang berawal dari adanya warga kehilangan uang sebesar Rp1 juta dan Rp2 juta. Moemntum tersebut terjadi setiap malam Selasa dan malam Sabtu.

Kemudian AI membeli babi hutan, berwarna hitam dari sebuah toko online dengan harga Rp900 ribu dengan ongkos kirim Rp200 ribu. Menurut keterangan AI, penangkapan diduga babi ngepet tersebut dilakukan oleh warga Kelurahan Bedahan dengan cara telanjang bulat bugil.

Baca juga: Kapolri Ungkap Narkoba 2,5 Ton Dikendalikan dari Dalam Lapas

Termakan dengan cerita AI, lalu banyak warga setempat penasaran sehingga ingin menyaksikan secara langsung babi ngepet tersebut yang mengakibatkan terjadinya kerumunan.

“Ternyata ini semua cerita bohong, tidak benar, hanya karangan AI saja. Jangan mudah membagikan berita yang belum tentu kebenarannya,” kata dia.

Tersangka AI saat ini berada di tahanan Polrestro Depok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan terancam hukuman penjara selama 10 tahun. Pasal yang dikenakan adalah Pasal 14 ayat 1 dan atau ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (MSN)

 

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password