Hukum dan Azab Menimbun Tabung Oksigen dalam Pandangan Islam

RISALAH INSPIRA,- Dalam keadaan pandemi COVID-19 yang semakin mengganas kini, beberapa orang memutuskan untuk menimbun barang yang sedang dibutuhkan. Contohnya di tahun 2020 ketersediaan masker dan peralatan kesehatan lainnya ditimbun hingga harganya menjadi sangat mahal. Selain itu, kini ketersediaan oksigen bagi pasien pun sedikit langka dengan harga yang melabung.

Hal inni dapat terjadi karena sang pedagang memiliki motivasi untuk mencari untung yang besar. Mungkin cara ini kurang elok, namun karena motivasi tersebut banyak pedagang yang terbutakan. Menibun barang dapat menimbulkan kelangkaan dan akibatnya para pedagang dapat menjualnya dengan harga tinggi.

Rasulullah Saw tentu melarang praktik menimbun ini, khususnya ketika barang tersebut dikabarkan langka dengan tujuan untuk menaikkan harga di kemudian
hari.

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah orang melakukan ikhtikar itu melainkan berdosa” (HR Muslim Nomor 1605). Hadis lain yaitu “Orang yang mendatangkan barang akan diberi rezeki, dan yang menimbun barang akan dilaknat,” (HR Ibnu Majah Nomor 2153). Apakah semua penimbunan dikategorikan ikhtikar yang dilarang?

Melansir Repbulika, menimbun yang diharamkan menurut kebanyakan ulama fikih adalah apabila memenuhi tiga kriteria:

a) Barang yang ditimbun melebihi kebutuhannya dan kebutuhan keluarga untuk masa satu tahun penuh. Kita hanya boleh menyimpan barang untuk keperluan kurang dari satu tahun sebagaimana pernah dilakukan Rasulullah SAW

b) Menimbun untuk dijual, kemudian pada waktu harganya membumbung tinggi dan kebutuhan rakyat sudah mendesak baru dijual sehingga terpaksa rakyat membelinya dengan harga mahal.

c) Yang ditimbun (dimonopoli) ialah kebutuhan pokok rakyat seperti pangan, sandang, dan lain-lain. Apabila bahan-bahan lainnya ada di tangan banyak pedagang, tetapi tidak termasuk bahan pokok kebutuhan rakyat dan tidak merugikan rakyat, maka itu tidak termasuk menimbun.

Dari Al Ashbahani meriwayatkan: Umar ra mendengar Rasulullah Saw bersabda:
“Siapa yang menimbun makanan kaum Muslimin maka Allah akan menimpakan padanya penyakit kusta atau pailit (habis harta kekayaannya).”

Maka dari itu, haram hukumnya menimbun hingga banyak merugikan masyarakat. Apalagi ditengah situasi pandmei seperti ini. (GIN)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password