Hiburan Ala Rasulullah SAW Ketika Bersedih

RISALAH INSPIRA,- Rasulullah SAW adalah seorang manusia yang diciptakan dengan dikaruniai akal, emosi, pikiran, dan semacamnya. Sebagai  manusia, beliau juga pernah merasakan sedih dan gundah gulana. Ketika dalam kondisi tersebut, seorang manusia membutuhkan hiburan, agar perasannnya teralihkan.

Perasaan sedih atau ketakutan ini adalah hal wajar, sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam surat Al Baqarah, ayat 155:

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar

Rasulullah SAW pernah bersedih ketika malaikat Jibril tidak pernah lagi mengunjunginya untuk memberikan wahyu selama berbulan-bulan. Saat itu beliau berpikir bahwa Allah SWT tidak lagi menginginkannya menjadi sebagai seorang Nabi. Saat Rasulullah SAW bersedih dan merasa kerinduan, saat itu surat Ad-Dhuha diturunkan Allah.

Cara terbaik untuk kembali menemukan kedamaian hati adalah dengan membaca surat Ad-Dhuha, surat ini yang memberitahu untuk kembali menjadi positif dan merasa baik. Selain itu juga ketika Rasul bersedih beliau menghibur dirinya denga shalat.

Hiburan lainnya, Rasul juga melakukan berbagai permainan bersamapara sahabatnya, melansir laman Republika, mengutip buku Tuntas Memahami Halal dan Haram, karya Syekh Yusuf al-Qaradhawi, berikut sejumlah permainan santai yang pernah dijalankan Rasulullah:

Pertama, lomba lari. Perlombaan ini biasa dilakukan para sahabat dan diakui Rasulullah saw. Diriwayatkan bahwa Salamah ibn al-Akwa adalah seorang pelari tercepat. Bahkan, Rasulullah bersama istrinya Aisyah kerap kali membuat perlombaan untuk melatih sikap kesederhanaan, mengembalikan kesegaran badan, dan memberi pelajaran pada sahabat.

Kedua, gulat. Menurut hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan at-Tirmidzi, Rasulullah pernah bergulat dengan seorang lelaki yang dikenal kuat pada zaman itu. Lelaki itu bernama Rukanah. Permainan ini dilakukan Rasulullah beberapa kali.

Ketiga, memanah. Salah satu olah raga yang disunahkan Rasul ialah melemparkan anak panah. Lebih dari sekadar hiburan dan permainan, Rasulullah memandang bahwa memanah merupakan satu bentuk persiapan kekuatan yang diperintahkan Allah SWT.

Keempat, berkuda. Olah raga yang satu ini bertujuan untuk menguatkan badan, melatih ketangkasan dalam melakukan gerakan, mempercepat serangan, menambah keberanian, kepercayaan diri, kecerdasan, dan melatih kemampuan.

Rasulullah bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Imam al-Bukhari, “Kuda itu diikat ubun-ubunnya dengan kebaikan.” Jadi, berkuda merupakan salah satu olah raga yang mengandung unsur kebaikan jika dilakukan, karena ia juga erta hubungannya dengan aktivitas berjihad di jalan Allah SWT.

Kelima, memainkan tombak. Orang-orang Habasyah saat itu sering kali memainkan tombaknya di Masjid Nabawi. Menurut hadis yang diriwayatkan al-Bukhari, saat itu Rasulullah juga memperkenankan Aisyah untuk menontonnya. “Baik sekali kali, wahai Bani Arfidah!” kata Rasul kepada orang-orang Habasyah itu.

(RISAL)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password