Heran, Pemerintah Kok Blokir Dana Bantuan untuk Pesantren dan Madrasah

Foto : Ilustrasi

JAKARTA INSPIRA,- Anggota Komisi VIII DPR RI, MF Nurhuda Y, mempertanyakan kepada Pemerintah terkait alasan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memblokir dana bantuan untuk madrasah dan pesantren senilai Rp500 miliar.

Dia menilai sikap tersebut kontraproduktif terhadap upaya Pemerintah untuk mengurangi potensi “learning loss” bagi pelajar madrasah dan santri pondok pesantren.

“Kami mempertanyakan alasan pemblokiran dana bantuan untuk madrasah dan pesantren Rp500 miliar yang tidak kunjung turun dalam enam bulan terakhir. Ada apa, sehingga bantuan untuk pesantren dan madrasah justru tersendat,” kata MF Nurhuda Y dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (28/6/2021).

Ia juga menjelaskan pesantren dan madrasah merupakan tulang punggung pendidikan karakter bagi anak bangsa, karena ada ratusan ribu hingga jutaan anak-anak Indonesia merupakan peserta didik di madrasah maupun pondok pesantren yang tersebar di Tanah Air.

Baca juga: Pemkot Bandung Upayakan Ruangan Pra Perawatan di RS

Untuk situasi di masa pandemi Covid-19, kedua entitas pendidikan tersebut juga mengalami dampak negatif karena mayoritas madrasah dan pesantren dikelola oleh masyarakat, bukan negara.

“Sebagian besar operasional tergantung pada iuran dari peserta didik. Di sisi lain banyak orang tua peserta didik yang kehilangan pekerjaan, akibatnya mereka tidak mampu membayar iuran madrasah atau biaya hidup di pesantren,” kata dia.

Nurhuda menilai bantuan Rp500 miliar di masa pandemi akan sangat berarti membantu biaya operasional pendidikan madrasah dan pesantren.

Menurutnya, meskipun jika  dibandingkan dengan jumlah madrasah dan pesantren di Indonesia, bantuan senilai Rp500 miliar tidak seberapa.

“Berdasarkan catatan Kemenag pesantren di Indonesia itu sedikitnya berjumlah 26.973. Ini belum jumlah madrasah di Indonesia. Jadi Rp500 miliar itu sebenarnya relatif kecil, tapi kenapa jumlah sekecil itu saja tidak dicairkan,” katanya lagi.

Baca juga: Hukum Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Menjelang Idul Adha

Anggota DPR asal Jawa Tengah itu mengatakan, selama pandemi sekolah umum relatif lumpuh karena dilarang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Selama itu pula, pesantren relatif dengan sistem asrama dan protokol kesehatan yang ketat tetap mampu menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

“Pesantren menjadi garda terdepan dalam pengajaran secara tatap muka di masa pandemi. Santri tidak boleh ditengok dan tidak diperkenankan pulang dalam waktu tertentu selama pandemi,” ujarnya pula.

Nurhuda menilai seharusnya Pemerintah memberikan perhatian yang lebih kepada pesantren, bukan malah bantuan anggaran untuk pesantren diblokir. (MSN)

Sumber: ANTARA 

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password