Heran Kasus Covid-19 Melonjak Usai Divaksin, Siti Fadilah Minta Kemenkes Jujur

Foto : Ilustrasi

BANDUNG INSPIRA,- Indonesia kini dikatakan pemerintah sedang terjadi ledakan kasus penderita Covid-19. Bahkan pada hari Selasa (6/7/2021) kemarin, penambahan kasus baru menembus angka 31 ribu kasus.

Situasi yang terjadi saat ini mendapatkan sorotan dari mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Ia pun mempertanyakan kondisi tersebut kepada kementerian kesehatan, yang pernah dipimpinnya itu.

“Ini kalau saya berpikir why? Kok vaksin ini berjalan, ini tiba-tiba meloncat, ada apa sih?,” kata Siti Fadilah Supari, seperti dikutip dari tayangan di saluran Youtube, Rabu (7/7/2021).

Siti pun membandingkan kasus Indonesia dengan India. Disebutkan di India ada Sungai Gangga sehingga penyebarannya cukup cepat. Sementara di Indonesia, fenomena mudik sudah lewat sehingga tak bisa disalahkan begitu saja.

Baca juga: Ratusan Warga Nekat Mengantre untuk Mendapatkan Suntik Vaksin

Seperti diketahui, penambahan kasus baru di India dua hari kebelakang hanya mencapai 26 ribu kasus per hari. Sedangkan Indonesia sudah di atas 30 ribu kasus per hari.

“Ada apa dong? Kok tiba-tiba begini? Kalau diflashback ke belakang, waktu PSBB enggak setinggi ini. Kita bahkan sudah mulai gerakan vaksin. Kenapa justru sudah divaksin sepertinya angkanya malah melonjak, ini kebetulan atau tidak,” katanya lagi.

Ia pun mendesak agar Kemenkes mencari data Covid-19 di Indonesia secara ilmiah, dengan data orang sebelum divaksin, data orang-orang yang divaksin, angka sakit, dan angka kematian. Dari sana, kemungkinan akan terlihat mana yang sebenarnya menjadi sumber masalah.

“Jadi di sini kita bisa melihat apa perbedaannya setelah divaksin. Mestinya kalau sudah divaksin walaupun positif itu biasa, tetapi tidak sampai parah dan meninggal. Kalau sudah divaksin tetapi angka positif naik dan yang meninggal naik, menurut saya harus diteliti,” kata dia.

Baca juga: Batasi Mobilitas Warga, Akses Jalan Utama di Karawang Ditutup

Siti juga menuntut agar Kemenkes jujur atas data-data yang ada. Termasuk mereka juga diminta untuk mencari data kerumunan. Dan dari statistik akan terlihat mana saja faktor yang mempengaruhi.Dengan begitu maka akan ada cara untuk mengatasi ledakan kasus dengan lebih cepat dan ampuh.

“Angka-angka itu harusnya bicara. Jadi Kemenkes jujurlah, kan untuk bangsa dan negara. Enggak ada seorang pun yang ingin keadaan ini menjadi lebih parah. Semua orang pasti ingin lebih baik. Para ilmuwan, ayo kita selesaikan bersama dengan cara scientifik,” serunya. (MSN)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password