Gaya Hidup Minimalis yang Dianjurkan Rasulullah SAW

LIFESTYLE INSPIRA,- Gaya hidup minimalis merupakan salah satu tren yang berkembang sejak beberapa tahun terakhir. Minimalisme atau yang dikenal dengan sebutan Less Is More biasanya identik dengan konsep desain interior.

Tetapi, minimalisme juga bisa diterapkan pada prinsip dan gaya hidup seseorang. Hal ini dipelopori oleh banyak masyarakat Jepang dan bahkan buku-buku yang mempromosikan tentang gaya hidup minimalis ini berasal dari negeri Sakura.

Gaya hidup minimalis memiliki akar yang kuat dalam nilai-nilai Islam. Gaya hidup seperti ini adalah gaya hidup yang tidak berlebihan, selalu mensyukuri keadaan, serta tidak menghambur-hamburkan rezeki.

Dengan kata lain, sangat selaras dengan perintah Allah yang ermaktub dalam al-Qur’an surat al-Araf ayat 31: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Maksud dari ayat tersebut adalah kita boleh memilih dan memakai, tapi dilarang untuk berlebihan. Ini merupakan sifat Qana’ah, yang artinya merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Nabi Muhammad menerapkan pola hidup minimalis pada dirinya dan keluarganya, serta mengajarkan kepada umatnya.

Sebagaimana diriwayatkan bahwa Sayyidina Umar ketika masuk ke rumah Nabi pernah menangis tersedu-sedu karena melihat begitu lengang dan sederhananya rumah Nabi. Tempat tidurnya tidak terbuat dari permadani, tapi dari tikar biasa yang seolah tidak layak bagi seorang pemimpin Madinah sekaligus Nabi dari umat Islam.

Terkadang bukan kekayaan berlimpahlah yang membuat kita bahagia. Justru hal-hal sederhana yang kita syukurilah yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan keberkahan. Banyak sekali orang penting seperti Rasulullah dan bangsawan kaya raya yang hidup dalam kesederhanaan dan mereka menikmatinya.

Kesederhanaan adalah bagian dari iman, seperti yang diriwayatkan oleh hadits: “Seseungguhnya hidup sederhana termasuk cabang dari iman”. (Ash-Shalihah, 341)

Habib Ja’far menjelaskan bahwa banyak orang sering merasa bahwa mereka membutuhkan banyak barang agar dapat melakukan segala sesuatu. Padahal, kenyataannya orang bukan memiliki banyak barang, melainkan memiliki satu barang dengan jumlah yang sama.

Itulah yang disebut dengan maksimalis. Berlebihan dalam ajaran Islam disebut dengan mubadzir. Dan Nabi berkata bahwa barangs siapa yang berlebihan mereka adalah saudara setan.

Muslim dengan gaya hidup minimalis adalah yang meminimalkan kecintaan terhadap dunia dan memaksimalkan kecintaan terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang selalu ikhlas dan bersyukur senantiasa akan selalu diberi keberkahan dan kebahagiaan ke dalam kehidupannya. (SON)

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password