Fosil “Naga Terbang” Ditemukan di Gurun Chili

SAINS INSPIRA,- Para ilmuwan telah mengidentifikasi sisa-sisa fosil reptil bersayap yang digali di Gurun Atacama, Chili sebagai “naga terbang”—jenis pertama yang ditemukan.

Pterosaurus, yang terbang bebas di langit 160 juta tahun yang lalu, memiliki lebar sayap dua meter, ekor panjang nan runcing, serta gigi yang menonjol ke luar.

Para ilmuwan menduga spesies reptil bersayap itu termasuk anggota Rhamphorhynchinae, subfamili rhamphorhynchoids, yang merupakan salah satu dari dua jenis utama pterosaurus (bersama pterodactyloids).

“Penemuan ini sangat menarik. Kami adalah ahli paleontologi pertama yang mengungkapkan keberadaan subfamili Rhamphorhynchinae di Belahan Bumi Selatan. Sebelum penemuan ini, diperkirakan bahwa pterosaurus tidak ada di garis lintang ini,” ujar Jhonatan Alarcón, ilmuwan asal Chili yang memimpin penyelidikan, dilansir dari Live Science, Rabu (29/9).

Osvaldo Rojas, direktur Museum Sejarah Alam Gurun Atacama, menemukan fosil itu pada 2009. Ia membelah batu gurun yang membuatnya penasaran dan menemukan tulang-tulang reptil purba yang telah lama terawetkan di dalamnya.

Menurut Alarcón, sisa-sisa fosil kuno di miliki oleh spesies yang tidak diketahui dalam subfamili Rhamphorhynchinae.

Fosil kadal bersayap alias “naga terbang” Chili.

Hingga saat ini, masih jadi misteri bagaimana sisa-sisa fosil reptil itu berakhir begitu jauh di selatan, di Chili utara, beristirahat di atas pasir tempat terkering di Bumi.

“Kami tidak dapat mengatakan bahwa pterosaurus ini adalah spesies yang bermigrasi, tetapi penemuan itu menunjukkan bahwa setidaknya satu anggota Rhamphorhynchinae tersebar dari Belahan Bumi Utara ke Belahan Bumi Selatan,” kata Alarcón

Ketika kadal bersayap kuno masih hidup, sebagian besar daratan Belahan Bumi Selatan adalah bagian dari benua super yang disebut Gondwana, yang terbentuk setelah benua super lebih besar (Pangea) yang terbelah menjadi dua.

Para ilmuwan berspekulasi bahwa ‘naga terbang’ Chili bisa melayang ke selatan dari benua super utara Laurasia ke Gondwana. Karena beberapa anggota Rhamphorhynchinae juga telah ditemukan di sepanjang pantai Kuba modern, naga Chili bisa saja mengikuti pantai selatan.

“Mungkin dia sedang terbang mengikuti garis pantai sehingga tidak terlalu jauh dari makanannya,” kata Alarcón. (SON)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me
Lost your password?

Lost Password