Era Serba Digital Ratusan Guru Di Jabar Ikuti Pelatihan

Foto: Istimewa

BANDUNG INSPIRA,- Hadapi tantangan di era digital, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat optimalkan sosialisasi dan penyusunan kurikulum ekonomi digital yang sudah diterapkan sejak Juni 2021 kepada  206 SMK Negeri dari 2.952 SMK di Jawa Barat.

Langkah tersebut juga dilakukan sebagai upaya dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) guna menghadapi kemajuan teknologi. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi mengatakan, disamping itu ada 406 Guru SMK di Jabar Diberikan Pelatihan Kurikulum Digital.

Demikian diungkapkan Dedi, saat peluncuran program pengembangan bisnis digital untuk SMK di kampus Shopee, Jalan BKR, Kota Bandung, Rabu (24/11/2021).

“Kurikulum itu sudah dilakukan atau  sosialisasikan sejak Juni sampai September ini dan Shopee juga sudah melakukan pelatihan dengan Bapak Ibu Gurunya sebanyak 406 orang. Hari ini penandatanganan MOU untuk pelatihan terhadap siswanya,” ujar Dedi.

Ia juga menjelaskan, pada saat gurunya mendapatkan pelatihan, dibuka link bagi siswa yang ingin mendaftar untuk mengikuti pelatihan kurikulum digital Shopee yang telah disusun.

“Dari target 20 ribu, sampai hari ini sudah 26 ribuan yang mendaftar. Diposisi yang lain kita dari Juni pun juga punya inovasi sekolah pencetak wirausaha,” katanya.

Lebih jauh Dedi Supandi menilai, selama ini SMK selalu dikaitkan dengan Industri, sehingga lebih banyak mendidik menjadi karyawan.

“Makanya dari Juni, kita juga gulirkan program sekolah pencetak wirausaha digital dan ujungnya sama untuk ekonomi digital juga,” ujarnya.

Untuk itu, Dedi memastikan, kerja sama tersebut akan terus diperbanyak untuk menyasar SMK swasta.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memaparkan,  jika Jawa Barat merupakan daerah paling siap menghadapi ekonomi digital.

“Komitmen kongkrit bahwa Jawa Barat paling siap dalam ekonomi digital. Jawa Barat itu tertinggi toko-tokonya yang gabung di online. Ada 2,8 juta,” ujar Emil.

Saat ini, kata dia, sudah ada 206 sekolah SMK Negeri di Jabar yang menggunakan kurikulum berbasis ekonomi digital. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi digital.

“206 sekolah SMK akan menggunakan kurikulum Shoppe supaya lulusannya bisa diserap langsung oleh e-commerce menandakan kami sudah bergeser kurikulumnya yang tadinya biasa menjadi sangat luar biasa, merespons 4.0,” tandasnya. (TRI)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me
Lost your password?

Lost Password