Dokumenter Naomi Osaka Ungkap Perjuangannya Melawan Depresi dan Rasisme

SINEMA INSPIRA,- Film dokumenter petenis Jepang, Naomi Osaka, akhirnya rilis di Netflix setelah melalui proses penggarapan cukup panjang.

Kendati sudah dirilis, Naomi Osaka mengaku cemas dengan penerimaan publik terhadap film dokumenternya tersebut.

“Jadi ini sudah dalam proses selama dua setengah tahun terakhir. Mengingat semua yang terjadi baru-baru ini, saya takut ini dirilis,” kata Osaka dalam unggahan sosial medianya beberapa waktu lalu.

“Ini tidak seperti pertandingan tenis di mana saya menang atau kalah dan dari sana orang bisa mengatakan apakah saya melakukannya dengan baik atau tidak. Ini adalah pandangan hidup saya dalam periode waktu tertentu dan saya bertanya-tanya bagaimana film itu akan diterima.”

Seperti diketahui, Osaka mengundurkan diri dari French Open pada akhir Mei setelah memutuskan untuk tidak mengikuti konferensi pers dan diancam didiskualifikasi.

Dia mengungkapkan perjuangannya melawan depresi saat mengumumkan pengunduran dirinya dari turnamen Grand Slam lapangan tanah liat itu.


Baca juga: Film “Aline: The Voice of Love” Potret Perjalanan Karier Celine Dion


Mundurnya Osaka dari French Open mendapat dukungan dari dunia tenis, dengan banyak dari rekan-rekannya turun ke media sosial dengan pesan-pesan penyemangat.

Bintang tenis Jepang itu kemudian juga melewatkan kejuaraan Wimbledon untuk mengambil jeda dan fokus bertanding di Olimpiade Tokyo, yang akan dibuka 23 Juli.

Osaka, yang dua kali merebut gelar US dan Australian Open, mengatakan bahwa film dokumenter tersebut menggambarkan dirinya yang sebenarnya.

“Film ini menggambarkan jiwa dan refleksi dari siapa saya. Saya berharap ada bagian yang dapat berkenaan dengan orang lain dan mungkin bagian lain yang akan membantu orang lain memahami mengapa saya membuat pilihan yang saya buat,” kata Osaka.

“Jika tidak pun tidak masalah. Saya butuh beberapa saat tetapi saya menyadari bahwa saya tidak dapat menyenangkan semua orang dan saya benar-benar tidak berusaha untuk itu.

“Ketika saya pergi tidur di malam hari, saya hanya bisa berharap saya berdamai dengan diri saya sendiri dan saya berharap hal yang sama juga berlaku bagi siapa pun yang membaca ini. Saya senang sekaligus gugup kalian melihatnya dan saya harap kalian menikmatinya,” kata Osaka.

Film dokumenter yang berisi tiga episode ini berkisah tentang masa kecil Osaka hingga menjadi juara, perjuangan Osaka dengan kesehatan mentalnya, serta perjuangan Osaka menyuarakan ketidaksetaraan rasial. (SON)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password