Menyoroti Pembinaan Akhlak Mulia di Madrasah: Paparan Disertasi Novi Rizal Umam

© Kemenag

BANDUNG INSPIRA,- Memasuki tahap akhir studi, aktivis pendidikan Novi Rizal Umam memaparkan sebuah disertasi berjudul ‘Program Pembinaan Akhlak Mulia’. Penyampaian disertasi tersebut dilaksanakan saat sidang terbuka promosi doktor Universitas Islam Nusantara (UNINUS) melalui aplikasi Zoom Meeting, Rabu (15/9).

Dengan kajian teologi dan filsafat, Novi menyoroti kesenjangan tenaga pendidik di suatu madrasah terkait kurangnya pengetahuan mengenai pembinaan akhlak mulia.

Inti dari penelitiannya, kata Novi, merupakan perencanaan pembinaan akhlak mulia di madrasah yang belum didukung oleh sarana dan pra-sarana yang solid.

“Pada disertasi ini terdapat tahap organizing, yaitu perlunya dilakukan training program pembinaan akhlak siswa madrasah, dan perlu digagas pada pembuatan instrumen kriteria akhlak mulia. Inilah yang membedakan penelitian ini dengan penelitian lainnya,” kata Novi.

Tak hanya di sekolah, pembinaan akhlak semacam ini bisa juga didapatkan di rumah. Bahkan menurut Novi, peran dari orang tua dan tokoh masyarakat setempat adalah hal yang esensial.

“Di dalam gagasan model hipotetik saya, diberikan pemahaman bahwa memerlukan pelatihan yang melibatkan orang tua atau tokoh masyarakat di sana, sehingga dapat memberikan efek yang baik terhadap pembinaan,” ujar guru sekaligus pemilik yayasan Latahzan itu.

Output yang diharapkan dari disertasi ini, lanjut Novi, yaitu melahirkan siswa yang berakhlak mulia. Tujuan akhlak mulia sendiri adalah untuk menambah keterampilan akhlak dan sikap.

Untuk mencapai tujuan tersebut, langkah yang akan dilakukan Novi adalah dengan melakukan advokasi kepada pihak-pihak terkait.

“Diawali dengan analisis kajian kebutuhan, perumusan tujuan, merencanakan, melaksanakan, hingga monitoring dan evaluasi pelatihan,” kata dia.

Ia pun menjelaskan perbedaan pendekatan kepada tiga pihak yang berbeda, yaitu terhadap pendidik, tenaga kependidikan, dan masyarakat.

“Bagi pendidik dan tenaga kependidikan, lebih ditekankan pada kegiatan program secara operasional. Sedangkan kepada masyarakat, lebih ke arah memberikan pemahaman agar tokoh masyarakat mensosialisasikan dan memberikan ketauladanan yang sama untuk melakukan treatment di masyarakat,” kata Novi.

Keberhasilan ini tentunya harus didukung oleh peran kepala madrasah, yang mana memegang kunci sebagai pengendali seluruh aktivitas madrasah.

“Kepemimpinan kepala madrasah kunci penentu proses pembinaan akhlak mulia di madrasah. Menjadi hal yang sangat dominan dan harus kuat untuk mengendalikan seluruh aktivitas di madrasah dalam mengelola program,” jelasnya.

Novi juga berpendapat bahwa jika dilakukan secara kontinu oleh pendidik dan tenaga kependidikan, program pembinaan akhlak di madrasah atau sekolah akan berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan ketimpangan atau kesenjangan pemahamannya teratasi.

Terakhir, ia memberikan usulan kepada Kementerian Agama agar program pelatihan ini dapat direalisasikan.

“Saya ingin mengusulkan kepada Kementerian Agama, agar secara periodik dapat memberikan pelatihan program pembinaan akhlak mulia. Tentu dengan rancangan yang sudah disepakati agar berbagai macam pihak bisa menerima,” tutupnya.

Sidang terbuka yang dipimpin oleh Iim Wasliman ini mengantarkan Novi menyandang gelar Doktor Ilmu Pendidikan, Konsentrasi Manajemen Pendidikan dengan predikat memuaskan. (SIA/SON)

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password