Disdik Kota Bandung: PTMT Bisa Cegah Potensi Kejenuhan Siswa

(Foto: Tri/beritainspira.com)

BANDUNG INSPIRA,- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung terus memantau simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) selama dua pekan ke depan. Selama dua hari ini, kurang lebih 40 dari 330 sekolah tingkat SD, SMP, SMA yang lolos uji coba telah dilakukan penilaian.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Dasar Disdik Kota Bandung, Bambang mengatakan, sebanyak 30 indikator menjadi penilaian kepada sekolah yang telah lolos untuk melakukan simulasi PTMT.

“Nanti diseleksi lagi, berapa sekolah yang layak menggelar PTMT. Sejauh ini lancar,” ujarnya dalam acara Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Selasa (8/6/2021).

Penilaian tersebut, kata dia, akan dilakukan selama dua pekan ke depan sampai tanggal 18 Juni 2021. Selanjutnya akan dilakukan pendataan kelayakan selama dua hari yakni 21-22 Juni 2021.

“Hingga akhirnya pada Juli akan dimulai PTMT dan dilakukan evaluasi pada 2 bulan kemudian. Per-dua bulan evaluasi kami lakukan, apakah PTMT akan terus dilanjut atau tidak,” kata Bambang.

Bambang mengatakan, selain merupakan peraturan dari Pemkot Bandung, PTMT juga digelar karena adanya potensi kejenuhan dari para siswa yang telah 1,5 tahun tidak belajar tatap muka.

“Ada kecenderungan ketertinggalan pemahaman kurikulum sekolah atau ketidakoptimalan kompetensi. Selain itu masa anak-anak sangat dibutuhkan untuk pendidikan sosial misalnya bagaimana bekerja sama dan itu tidak didapat saat berada di sekolah,” katanya.

Menurut Bambang, hal itu akan berpengaruh kepada pemahaman anak dalam menerima pembelajaran.

“Menurut psikolog ada yang mengatakan dampak dari daring salah satunya lose learning. Di mana, karakter anak terutama sosial, networking, dan instrumen lainnya mengalami perbedaan dibandingkan dengan KBM di sekolah,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya terus melakukan sosialisasi serta edukasi tentang pemahaman PTMT kepada orang tua siswa. Pihaknya pun melakukan persiapan kegiatan tersebut dengan matang untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Terlebih untuk media jangan sampai memberikan informasi yang bisa membuat takut masyarakat tentang PTMT. Karena kami pun mempersiapkannya dengan matang,” kata Bambang.

Kendati begitu, ia pun memberikan hak kepada orang tua yang belum memberikan izin kepada anaknya untuk mengikuti PTMT.

“Kami akan memberikan keadilan antara siswa yang mengikuti daring dan PTMT. Karena masih banyak juga yang tidak mengizinkan atas dasar kesehatan dan itu kami hargai,” katanya. (TRI/ADT)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password